‘Aisyiyah Sumbar Fokuskan Ketahanan Pangan dan Dakwah Sosial di Puncak Milad 108

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com,PADANG — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat menegaskan komitmennya terhadap ketahanan pangan dan penguatan dakwah sosial dalam perayaan Milad ke-108 yang digelar di Auditorium Gubernuran, Padang. Kegiatan dihadiri sekitar 600 peserta dari unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), kalangan akademik, dan profesional kesehatan.

Ketua PWA Sumbar, Dr. Syur’aini, menyampaikan bahwa program Qaryah Thayyibah merupakan bentuk praksis Islam berkemajuan yang menyentuh dimensi spiritual, sosial, dan lingkungan. “Kerja dakwah tidak pernah libur. Kini, ketahanan pangan menjadi prioritas perjuangan kami,” ujarnya.

Lanjutnya, ‘Aisyiyah, sebagai organisasi perempuan Islam tertua dan terbesar di Indonesia, tidak hanya mengawal pendidikan dan kesehatan, tetapi juga telah membuktikan keberpihakan nyata terhadap isu-isu kerakyatan, termasuk ketahanan pangan. Di tengah lonjakan harga bahan pokok, ancaman perubahan iklim, dan ketergantungan pada impor pangan, pendekatan berbasis komunitas seperti Qaryah Thayyibah menjadi tawaran visioner sekaligus konkret.

Ketua PWM Sumbar, Dr. Bakhtiar, menyebut ‘Aisyiyah sebagai kekuatan historis yang tak terpisahkan dari gerakan Muhammadiyah. “Mereka tidak hanya mendidik, tapi menggerakkan,” kata Bakhtiar.

Dalam acara tersebut, juga digrlar Soft Launching buku Profil PWA Sumbar serta ditayangkan video soft groundbreaking pembangunan RSU ‘Aisyiyah Padang.

Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuwandi, menyebut kolaborasi pemerintah dengan ‘Aisyiyah sebagai model kemitraan pembangunan berbasis komunitas. “Kerja nyata ‘Aisyiyah bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kakanwil Kemenag Sumbar melalui Dr. Rifki mengapresiasi kontribusi ‘Aisyiyah dalam dakwah sosial dan pemberdayaan perempuan akar rumput.

Penasihat organisasi perempuan Sumbar, Harneli Mahyeldi, turut memberi apresiasi. “Peran ‘Aisyiyah sangat strategis, terutama dalam menjaga moral dan kesejahteraan keluarga. Mereka menjadi ujung tombak perubahan sosial,” katanya.

Ketua panitia, Happy Harmonis, menyoroti luasnya partisipasi dalam acara—dari PWA, PDA, pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, hingga dokter spesialis. “Gerakan perempuan tak hanya membangun, tapi juga mempersatukan,” ujarnya.

Acara Milad turut diramaikan dengan penampilan puisi perempuan, permainan tradisional anak nagari dari TK ‘Aisyiyah 33 Padang, dan penyerahan hadiah berbagai lomba semarak Milad Aisyiyah 108.

Related posts