BGN Turunkan Tim Investigasi, Buru Penyebab Keracunan Program Makan Gratis

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim investigasi khusus untuk mempercepat penanganan kasus dugaan keracunan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim ini melibatkan pakar kimia, farmasi, hingga tenaga kesehatan.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan, langkah itu ditempuh lantaran hasil uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) biasanya memakan waktu lama. “Kami siapkan tim investigasi sebagai second opinion. Jadi sebelum hasil BPOM keluar, kita bisa mengantisipasi apakah sakitnya anak-anak karena keracunan, alergi, atau penyebab lain,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Menurut Nanik, investigasi BPOM di kota besar seperti Jakarta bisa membutuhkan waktu empat hingga tujuh hari. Sedangkan di daerah, prosesnya bisa molor sampai dua pekan karena sampel makanan harus dibawa ke laboratorium di wilayah lain. “Dalam rentang waktu itu informasi bisa simpang siur. Maka tim investigasi ini akan lebih cepat bekerja,” katanya.

Tim BGN akan menelusuri rantai makanan dari dapur hingga distribusi, memeriksa bahan baku, cara memasak, serta sampel harian yang disimpan di lemari pendingin. “Insyaallah minggu ini tim langsung turun,” tutur Nanik.

Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan, program MBG menyimpan dua risiko besar: penyalahgunaan anggaran dan gangguan pencernaan pada penerima manfaat. Namun, ia menilai risiko kesehatan jauh lebih serius. “Kalau soal anggaran, sistem pengawasan sudah kita rapatkan. Yang mengkhawatirkan justru rantai teknis panjang dari penyediaan makanan hingga sampai ke anak-anak,” ucap Dadan.

BGN menyebut pembentukan tim investigasi ini bukan sekadar langkah darurat, melainkan juga komitmen agar kasus keracunan tidak berulang. “Kami ingin masyarakat segera mendapatkan kepastian, bukan isu liar,” kata Nanik.

Related posts