Bukittinggi Cetak Sejarah! Guru Besar Hukum Islam Pimpin MUI, Langsung Dijadikan Contoh se-Sumatera Barat

MINANGKABAUNEWS.com, BUKITTINGGI — Kota Bukittinggi kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia keulamaan Sumatera Barat. Prof. Dr. H. Edi Rosman, S.Ag., M.Hum., Guru Besar Hukum Islam di UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi untuk periode 2025–2030. Ia menggantikan Dr. H. Aidil Alfin, M.A., yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.

Terpilihnya Edi Rosman pada Minggu, 19 September 2026, menandai babak baru kepemimpinan MUI Bukittinggi. Sosoknya yang berlatar akademisi dan pakar Hukum Islam diharapkan mampu memperkuat peran MUI dalam memberikan pandangan serta kontribusi nyata bagi persoalan keumatan. Kepemimpinan periode ini pun dituntut menjawab berbagai dinamika persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang semakin kompleks.

Bukan hanya soal pergantian ketua, Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-XI MUI Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Peran Ulama, Meneguhkan Persatuan dan Mewujudkan Kemaslahatan Umat Menuju Kota Bukittinggi yang Gemilang” dinilai berjalan sangat sukses, demokratis, dan bermartabat.

Hebatnya, kesuksesan itu langsung mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Barat. Melalui Sekretaris Umum, Advokat Buya Ki Jal Atri Tanjung Rajo Amat Mudo, MUI Sumbar menegaskan bahwa MUSDA Bukittinggi patut dijadikan percontohan Musyawarah Daerah bagi 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

“Ada dua alasan utama mengapa kami jadikan Bukittinggi sebagai percontohan,” ujar Buya Ki Jal.

Pertama, sebagai pelopor. MUSDA Kota Bukittinggi adalah MUSDA pertama yang dilaksanakan di tahun 2026 dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Ini menunjukkan kesiapan, kekompakan, dan keseriusan pengurus MUI Kota Bukittinggi dalam menjalankan amanah organisasi.

Kedua, sebagai role model sinergi ulama-umara. Keberhasilan MUSDA ini tidak lepas dari dukungan penuh dan kerja sama yang sangat harmonis antara MUI Kota Bukittinggi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi. Dukungan dana hibah yang berkelanjutan dari Pemko Bukittinggi setiap tahunnya telah membuktikan bahwa pemerintah benar-benar hadir bersama ulama.

“Ini adalah model ideal kerja sama. Pemko Bukittinggi telah menunjukkan contoh nyata bagaimana negara hadir memuliakan ulama. Melalui dana hibah, program-program MUI seperti dakwah, pembinaan surau, dan penguatan ekonomi umat bisa berjalan optimal. Ini harus menjadi contoh bagi daerah lain di Sumbar,” tegas Buya Ki Jal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tema reaktualisasi Falsafah ABS-SBK yang diangkat sangat relevan dengan kondisi sosial hari ini. Di tengah tantangan era digital, wisata global, dan krisis moral generasi muda, peran ulama harus semakin dikuatkan sebagai Himayatul Ummah, Ishlahul Ummah, dan Qudwatul Ummah.

“Kami dari MUI Sumbar sangat bangga. Bukittinggi telah memberikan contoh bahwa MUSDA bukan hanya soal pemilihan ketua, tapi soal merumuskan masa depan umat. Semoga kepengurusan baru yang terpilih dapat melanjutkan sinergi hebat ini untuk mewujudkan Bukittinggi yang Gemilang, yang gemilang bukan hanya pariwisatanya, tapi gemilang iman dan adatnya,” tutupnya.

Dengan terpilihnya Prof. Edi Rosman, publik kini menantikan langkah-langkah strategis dan program prioritas kepengurusannya. MUI Sumatera Barat pun berharap semangat dan kesuksesan MUSDA Bukittinggi menular ke 18 kabupaten/kota lainnya yang akan segera melaksanakan MUSDA di tahun 2026. Bukittinggi telah membuktikan: ulama dan umara bersatu, umat pun semakin kuat.

Pos terkait