Bupati Solok Buka Rapat Koordinasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, AROSUKA — Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, membuka Rapat Koordinasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tema “Membangun Kolaborasi dan Sinergi dalam Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Solok”, di Aula Gedung C Kantor Bupati Solok, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KPPG Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si., Ketua HMP Gemas Sumbar H. Marlis, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Solok, Kepala Regional BGN Sumatera Barat, Koordinator Wilayah Nasional BGN (Korwil Badan Gizi Nasional), Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) se-Kabupaten Solok.

Dalam sambutannya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang memiliki tujuan besar dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan dukungan, komitmen, serta sinergi dari seluruh pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, satuan pelayanan program gizi, mitra yayasan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan program di Kabupaten Solok.

Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari terciptanya sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat.***

 

Related posts