Dari Penerima Pin Emas hingga Doktor UNP: Kisah Buya Syamsul Akmal, Pemimpin Pesantren yang Menggratiskan Ratusan Santri

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Dua pekan terakhir menjadi momen bersejarah bagi Buya Syamsul Akmal, S.Ag, M.M, atau yang akrab disapa dengan gelar adat Tuanku Putih. Di usianya yang terus berkobar untuk mengabdikan diri, ia mencatatkan dua prestasi gemilang sekaligus yang menarik perhatian publik, khususnya di Ranah Minang.

Pertama, pada Jumat (7/8/2026) lalu, namanya disebut sebagai salah satu penerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Kota Padang. Ia dianugerahi Pin Emas dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang di peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Penghargaan ini diberikan atas pengabdian dan kepeduliannya yang luar biasa, khususnya di bidang keagamaan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih kami atas dharma bhakti para tokoh masyarakat dalam pembangunan Kota Padang,” ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam sambutannya.

Namun, kebanggaan itu tak berhenti sampai di situ. Hanya berselang beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu (29/7/2026), Buya Syamsul resmi menyandang gelar doktor baru setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Administrasi Pendidikan di Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP).

Di balik dua gelar kehormatan yang baru saja diraihnya, Buya Syamsul bukanlah nama baru di kancah pendidikan dan keagamaan Sumatera Barat.

Ia adalah Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, yang diberi amanah mengelola dana umat. Namun, peran paling monumental yang ia emban adalah sebagai penggerak utama di balik Yayasan Shine Al-Falah dan pimpinan Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau .

Pesantren yang dipimpinnya kini menaungi sekitar 200-an santri secara gratis. Sebuah jumlah yang fantastis untuk sebuah lembaga pendidikan yang menggratiskan biaya pendidikan dan pondokan. Ini bukanlah pesantren biasa. Di bawah asuhan Buya Syamsul, pesantren ini dikenal gigih memadukan nilai-nilai agama Islam yang kental dengan kearifan lokal adat Minangkabau, sebuah perpaduan yang menarik perhatian banyak kalangan .

Komitmennya dalam mengelola pesantren bahkan mendapat perhatian hingga ke tingkat nasional. Pada pertengahan 2025 lalu, Pesantren Perkampungan Minangkabau mendapat kehormatan menerima bantuan sapi kurban langsung dari Presiden Republik Indonesia, yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy Sutan Nagari Sati .

“Kami tersanjung dan merasa sangat dihargai. Ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa bagi kami,” ujar Buya Syamsul saat itu, sembari mengungkapkan bahwa bantuan tersebut memungkinkan mereka menggandakan jumlah penerima daging kurban dari 400 menjadi 800 kupon .

Buya Syamsul Akmal adalah bukti nyata bahwa seorang tokoh bisa berdampak luas melalui pendidikan, agama, dan kepemimpinan. Perjalanan pendidikannya panjang dan matang, dimulai dari Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang pada 1999, meraih gelar Magister Manajemen dari UNP pada 2008, hingga kini gelar doktornya menjadi mahkota baru dalam perjalanan intelektualnya .

Penghargaan Pin Emas dari Pemerintah Kota Padang bukanlah hadiah, melainkan pengakuan atas bagaimana ia mengelola amanah dan membesarkan pesantren yang menjadi benteng pendidikan karakter bagi ribuan generasi muda Minangkabau.

“Semoga momentum ini dapat memotivasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk turut serta dalam pembangunan daerah,” harap Wali Kota Padang. Dan Buya Syamsul Akmal, dengan segala kiprahnya, adalah teladan nyata dari harapan tersebut.

Related posts