Duta Literasi Sumbar Bikin Santri Kauman Muhammadiyah Padang Panjang “Keracunan” Membaca

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG – Aula Ar St Mansur Pesantren Kauman Muhammadiyah bergema suara takjub ratusan santri. Kamis kemarin, mereka dikejutkan kedatangan sosok muda bergelar psikolog yang berhasil mengubah pandangan mereka tentang membaca hanya dalam hitungan jam.

Fahada Yusra, S.Psi., sang Duta Literasi Sumatra Barat, tampil memukau di hadapan 200-an santri kelas VII hingga XI. Bukan sekadar ceramah biasa, perempuan ini berhasil membongkar mitos bahwa membaca itu membosankan.

“Dia bilang, membaca itu seperti superpowers. Bisa bikin kita jadi detektif yang bisa menganalisis informasi,” ungkap Aisyah, santri kelas X, masih bersemangat mengingat paparan kemarin.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Bulan Gemar Membaca ini mendapat sambutan luar biasa. Pimpinan Ranting IPM Pesantren Kauman sengaja menghadirkan pembicara berkualitas untuk “menularkan virus positif” literasi.

Wakil Mudir I Bidang Humas, Ustadz Surya Bunawan, tak menyia-nyiakan momen ini. Dalam pembukaan, dia mengingatkan santri bahwa perintah “Iqra'” dalam Al-Qur’an bukan sekadar anjuran biasa.

“Ini perintah Allah yang pertama kali turun. Kalau kita masih malas membaca, berarti kita belum paham betapa pentingnya ilmu,” tegas Ustadz Surya di hadapan santri yang mengangguk-angguk setuju.

Muhammad Nur Hakim, Ketua PR IPM Pesantren, mengaku terkejut dengan antusiasme santri. “Biasanya kalau ada acara gini, ada aja yang ngantuk. Tapi kemarin beda, semua fokus dari awal sampai akhir,” katanya.

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat untuk Fahada Yusra, disusul sesi foto yang tak kalah meriah. Para santri berebut selfie dengan duta literasi yang berhasil mengubah cara pandang mereka.

“Sekarang perpustakaan pesantren jadi rame. Efek dari kemarin kayaknya,” ungkap Hakim sambil tersenyum puas.

IPM Pesantren Kauman berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Targetnya sederhana: menciptakan generasi santri yang tak hanya hafal kitab, tapi juga melek informasi di era digital.

Related posts