MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Tingkatkan literasi keuangan generasi muda, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menghadirkan pakar investasi dalam kuliah umum, Selasa (7/10). Acara bertajuk “Literasi Produk Pasar Modal, Reksadana, dan Program Simuda” itu digelar untuk membekali mahasiswa menyongsong masa depan.
Immu Puteri Sari, Dekan Fakultas Ekonomi, dalam sambutannya menekankan urgensi literasi keuangan di kalangan anak muda. Ia menyoroti kondisi Indonesia di mana minat investasi terus menguat, namun pemahaman finansial yang mendalam masih tertinggal.
“Kuliah umum ini memiliki makna strategis. Ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi sedini mungkin. Jadikan ini langkah awal menjadi pribadi yang cerdas secara finansial,” ujar Immu.
Narasumber utama, Suluh T. Raharjo, Head of Investment Specialist PT Insight Investment Management, membedah konsep perencanaan keuangan syariah dengan gamblang. Lulusan Institut Teknologi Bandung itu memaparkan “piramida kesejahteraan” sebagai peta jalan menuju kemandirian finansial.
“Prioritas pertama adalah memenuhi kebutuhan jangka pendek. Baru kemudian merencanakan tujuan jangka menengah, dan akhirnya mempersiapkan transfer kekayaan,” jelas Suluh.
Ia lantas membedah perbedaan mendasar antara menabung dan berinvestasi. “Menabung bertujuan menjaga nilai uang Anda. Sementara berinvestasi bertujuan menumbuhkannya,” tuturnya. Menurut dia, pemahaman ini krusial untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai profil risiko dan tujuan finansial.
Tak hanya teori, Suluh juga menjabarkan peluang dan praktik pasar modal syariah di Indonesia, mulai dari saham syariah, sukuk, hingga reksadana syariah. Ia memaparkan mekanisme dan akad yang digunakan, serta sederet keunggulan berinvestasi di reksadana.
“Reksadana menawarkan keterjangkauan, penyebaran risiko, kemudahan, dan likuiditas yang terjamin. Ini adalah instrumen yang tepat untuk memulai perjalanan investasi,” pungkasnya.
Acara yang digelar di Convention Hall Kampus I Padang ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk segera mengambil tindakan dalam mengelola keuangan dan merencanakan masa depan dengan lebih matang.






