MINANGKABAUNEWS.com, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menaruh perhatian serius pada pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak hilirisasi produk lokal. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan kehadiran koperasi ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah dan perputaran ekonomi desa.
“Keberadaan Kopdes Merah Putih dapat memperkuat hilirisasi produk serta komoditas lokal. Kami berharap koperasi ini mendongkrak harga dan produksi komoditas desa, sehingga ada nilai tambah serta perputaran ekonomi di desa,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Jumat (17/10).
Selain memperkuat rantai hilir, koperasi ini juga membuka akses permodalan bagi pelaku usaha desa. Program ini diharapkan mendorong pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lampung.
Hingga Oktober 2025, dari total 2.650 desa dan kelurahan di Lampung, tercatat 2.715 unit Koperasi Merah Putih yang telah berbadan hukum. Rinciannya, 211 unit merupakan Koperasi Kelurahan Merah Putih dan 2.505 unit adalah Koperasi Desa Merah Putih.
Lampung Tengah memimpin dengan 311 koperasi, disusul Tanggamus (304 unit), Lampung Timur (265 unit), Lampung Selatan (260 unit), dan Lampung Utara (249 unit). Daerah lainnya seperti Waykanan (230 unit), Tulang Bawang Barat (156 unit), Tulang Bawang (151 unit), Pesawaran (149 unit), Lampung Barat (135 unit), Pringsewu (131 unit), Kota Bandarlampung (126 unit), Pesisir Barat (121 unit), Mesuji (105 unit), dan Kota Metro (22 unit) turut mengembangkan koperasi serupa.
Keberadaan koperasi ini menjadi tulang punggung baru dalam mengakselerasi ekonomi desa dan membawa produk lokal Lampung ke pasar yang lebih luas. (ANTARA)






