MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menunjukkan akselerasi luar biasa dalam mewujudkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Baru dalam waktu dua minggu sejak pencairan dana, perusahaan negara ini telah membangun 15.788 gerai, yang berarti sekitar 16.44% dari total target 96.000 gerai telah terpenuhi.
Joao Angelo De Saosa Mota, Direktur Utama Agrinas, mengungkapkan bahwa pembangunan masif ini dimulai tepatnya pada 3 November, setelah anggaran dari Danantara Indonesia cair. Dalam kurun 15 hari, timnya berhasil menyelesaikan ribuan titik gerai.
“Kita bisa hitung, kurang lebih kami baru mulai persisnya dengan anggaran yang dari Danantara itu sekitar tanggal 3 (November). Jadi sampai hari ini, 15 hari dan yang sudah terbangun 15.788 titik,” jelas Joao di Jakarta, Selasa.
Meski demikian, Agrinas masih terus berupaya mengejar target awal pembangunan, yaitu 2.930 gerai per hari. Saat ini, realisasi di lapangan baru mencapai 1.200 gerai per hari.
Untuk mendorong percepatan, Agrinas menggandeng Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari TNI. Keterlibatan TNI tidak hanya sebagai penggerak interaksi dengan pekerja di desa, tetapi juga dalam pendistribusian logistik. Di beberapa daerah terpencil, bahan bangunan bahkan harus diangkut menggunakan helikopter.
Di balik kerja lapangan yang masif, Agrinas mengandalkan teknologi untuk memastikan efisiensi dan transparansi. Sebuah command center beroperasi memantau seluruh titik pembangunan secara real-time. Pemantauan dilakukan melalui unggahan foto dari lapangan dua kali sehari, pagi dan sore.
Sistem canggih ini bahkan melibatkan mahasiswa teknik semester akhir dari berbagai perguruan tinggi, yang turut berkontribusi dalam proses monitoring.
“Kami terus berprogres dan terus mengejar bagaimana supaya tiap hari bisa kita mulai, seperti yang kami rencanakan yaitu sekitar 2.930 titik per hari,” tegas Joao.
Kehadiran gerai-gerai Kopdes Merah Putih ini tidak hanya tentang angka, tetapi telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar lokasi, mendorong perekonomian dari tingkat desa.






