Hebat! Gubernur Jambi Punya Jurus Jitu Bina Geng Motor, Sekolah Rakyat Jadi Solusi

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAMBI — Geram sekaligus prihatin melihat maraknya aksi geng motor di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Gubernur Al Haris justru muncul dengan solusi yang bikin publik tersentuh. Bukan dengan penangkapan massal atau razia brutal, pria yang akrab disapa Pak Al ini memilih jalan yang lebih humanis: memasukkan mereka ke Sekolah Rakyat!

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan langsung orang nomor satu di Jambi saat memimpin rapat koordinasi strategi penanggulangan geng motor di ruang pertemuan Siginjai Mapolda Jambi, Rabu (8/7). Dengan nada penuh haru, ia menegaskan bahwa anak-anak nakal ini bukanlah musuh, melainkan korban dari lingkungan yang kurang hangat.

“Kita masukkan saja ke Sekolah Rakyat supaya mendapat pembinaan maksimal,” ujar Al Haris dengan mata berbinar penuh harapan.

Di Balik Kenakalan, Ada Tangis yang Tak Terdengar

Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini mengungkapkan fakta memilukan di balik aksi kebut-kebutan para remaja. Ternyata, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang kehilangan kehangatan keluarga. Mereka tumbuh tanpa sosok ayah, ditinggal orang tua merantau, atau bahkan kehilangan figur orang tua sama sekali (fatherless).

Data yang dipaparkan Al Haris membuat seluruh peserta rapat terperangah. Di Provinsi Jambi, angka remaja yang kekurangan figur orang tua mencapai 24,5 persen. Artinya, dari setiap 100 anak, hampir 25 orang tumbuh tanpa merasakan pelukan dan nasihat dari sosok ayah. Sungguh angka yang memilukan!

“Mereka bukan anak nakal, mereka anak yang haus perhatian,” ungkap gubernur dengan mata berkaca-kaca.

Sekolah Rakyat: Rumah Kedua yang Menjawab Kerinduan

Berbekal rasa empati yang mendalam, Al Haris menggagas terobosan revolusioner. Ia mendorong agar seluruh remaja yang terindikasi ikut geng motor segera dibina melalui Sekolah Rakyat. Bukan sekadar sekolah biasa, lembaga pendidikan ini memiliki konsep asrama yang holistik—anak-anak akan tinggal, belajar, dan tumbuh bersama dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.

Bayangkan! Mereka akan terhindar dari godaan keluar malam yang berisiko, terbebas dari pengaruh buruk lingkungan, dan mendapatkan pendampingan emosional yang selama ini mereka rindukan. Sekolah Rakyat hadir seperti pelukan hangat seorang ayah yang selama ini hilang.

“Energi besar yang mereka miliki tidak boleh kita matikan, tapi kita salurkan ke arah positif. Kita tidak hanya berkolaborasi, tapi juga langsung berorkestrasi,” tegas Al Haris penuh semangat.

Dua Sekolah Rakyat Siap Menampung!

Kabar baiknya, Provinsi Jambi kini telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2026, berlokasi strategis di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Fasilitasnya pun sudah mumpuni untuk menjadi rumah kedua bagi anak-anak bangsa.

Gubernur pun menargetkan pemetaan menyeluruh terhadap jumlah anak yang terlibat geng motor, agar tak ada satu pun yang luput dari jangkauan pembinaan. “Tugas kita bagaimana menyalurkan energi besar mereka ke arah positif. Sebagian besar perlu di data, ke depan punya saluran Sekolah Rakyat,” pungkasnya.

Selamat tinggal geng motor, selamat datang generasi emas! Dengan langkah visioner ini, Jambi membuktikan bahwa hukuman terbaik adalah kasih sayang, dan pembinaan paling efektif dimulai dari keluarga. Siapa bilang anak nakal tak bisa berubah? Di tangan pemimpin yang peduli, mereka justru akan bersinar!. (ANTARA)

Related posts