Minangkabaunews.com, Padang, — Berbuat sebelum yang lain memikirkan. Motto Semen Padang ini, agaknya menjadi inspirasi tersendiri oleh Ketua Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Piaman, Ikhlas Bakri. Betapa tidak! Ia lebih banyak berbuat di organisasi itu, tapi tak begitu dianggap sebagian anggota. Banyak melakukan terobosan untuk kebesaran organisasi profesi wartawan tertua di republik ini, sayang tak begitu dilihat.
Tak salah, Ketua PWI daerah ini yang baru saja dikukuhkan Idham Fadhli merasa canggung, manakala tidak melibatkan Ikhlas Bakri dalam organisasi ini, periode tiga tahun mendatang. “Awak tanpa Bang Ikhlas Bakri, tak bisa berbuat apa-apa. Meski candaan, tapi adalah serius,”begitu Fadhli yang Ketua KI Sumatera Barat ini menyebut ketika diamanahi jadi Ketua PWI Piaman.
Aktualisasinya, pelantikan pengurus PWI yang dilanjutkan dengan Raker, Ikhlas Bakri tampak menjadi skenario yang tak terbaca oleh banyak wartawan yang ikut acara itu. Dia yang menfasilitasi, sehingga Kadis Kominfo Padang Pariaman, Zahirman yang mewakili Bupati John Kenedy Azis, luar biasa uraian ceramahnya.
Ikhlas Bakri pula yang memulai saat Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim terbuka dan mantap sambutannya. Muhajir Muslim dari PKS ini merasakan, bertapa PWI jadi penyeimbang dalam arus informasi yang tak berketentuan saat ini.
Di penghujung pertemuan bersama Muhajir, tak luput sepotong pantun diselipkan Ikhlas sebagai penghormatan atas bantuan tunggal Muhajir dari segi pendanaan kegiatan:
Pai ka pasa mambali mangga
Ruponyo tabali mangga mudo
Tarimo kasi bantuan Pak Ketua
Kami tunggu bantuan selanjutnyo
Tak arang, seulas senyum terukir dari bibir Muhajir. “Insya Allah, di APBD P 2026 dan APBD 2027 ada dari kami untuk PWI,” kata Muhajir disambut tepuk tangan anggota PWI.
Memang, kegiatan pelantikan pengurus yang dilanjutkan dengan Raker dan Bimtek terselenggara atas “intervensi” Ketua DPRD Muhajir Muslim. Pokir dia yang ditarok di Kominfo Kota Pariaman, untuk menyukseskan pelantikan PWI Piaman tersebut.
Ikhlas Bakri, Pemimpin Umum Minangkabaunews.com ini memang terkenal aktivis, banyak melakukan pergerakan di jalan yang sunyi. Konsep PWI sebagai rumah besar wartawan, baginya adalah menuntut banyak berbuat, bukan apa yang bisa didapatkan di organisasi. Seperti ideologi KH Ahmad Dahlan di Muhammadiyah, “Hidup-hidupi Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”.
Disebut bergerak di jalan sunyi, yang beredar di kalangan wartawan PWI itu, adalah, Ikhlas nyambi kontraktor, sering menggunakan organisasi sebagai alat untuk dapat kerjaan. Ikhlas terlalu banyak berkawan dengan wartawan non PWI. Dua hal itu agak tersebut di kalangan wartawan anggota PWI.
Kurang tersebut perbuatan Ikhlas banyak melakukan pengembangan organisasi. Meski dia tiga periode diamanahi jadi Ketua PWI Piaman. Kurang tersebut pula, kalau gairah sosial meluas di kalangan wartawan PWI. Semasa Ikhlas jadi Ketua PWI Piaman pula banyaknya wartawan daerah ini yang kompeten, ikut UKW. Bahkan, UKW di Riau, ada wartawan Piaman yang ikut, difasilitasi dan diantar langsung oleh Ikhlas.
Tak heran, pepatah Minang menyebutkan, babuek baiak pado-padoi, babuek buruak sekali jangan. Untung pula, prinsip Ikhlas menjalankan roda organisasi, ikhlas saja. Persoalan dilihat atau tidak dilihat oleh kawan dan pengurus PWI, terpulang ke yang bersangkutan.
Baginya, UKW untuk wartawan mutlak adanya. Sekarang, PWI Mencanangkan pula Orientasi Keanggotaan dan Keorganisasian (OKK), untuk bisa jadi anggota PWI. Mantap itu. Agar wartawan dalam beraktifitas, menjadi organisasi PWI sebagai organisasi yang hebat, punya sejarah panjang dan luar biasa dalam merekrut anggota.
Alhamdulillah pula, Idham Fadhli dalam memimpin PWI Piaman tiga tahun mendatang, menjadikan UKW dan OKK ini sebagai program unggulan di daerah. Artinya, kebesaran organisasi, penambahan anggota mutlak dilakukan, tapi dengan menjunjung tinggi PD/PRT, kode etik jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan (KPW).








