Iptu Repaldi : Jalinan Emosional Dengan Masyarakat Merupakan “Jalan Tol” Keberhasilan Perwujudan Upaya Pre-emtif

  • Whatsapp
Ipru Repaldi saat melakukan bincang santai dengan warga nagari Ganggo Hilia Bonjol Pasaman (16/02)

PASAMAN – Komunikasi persuasif dan memberikan ajakan kepada masyarakat untuk selalu melakukan hal-hal yang sesuai norma dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjauhi tindakan yang dilarang menurut aturan hukum dan norma sosial, merupakan perwujudan upaya Pre-Emtif yang harus terus dilakukan aparat Polsek Bonjol.

Hal ini disampaikan Kapolsek Bonjol, Kabupaten Pasaman Iptu Repaldi, SH, kepada Minangkabaunews, saat menyambangi Nagari Ganggo Hilia, pada Kamis (16/02/23). Dijelaskannya bahwa tupoksi anggota kepolisian adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Read More

“Melakukan upaya-upaya Pre-emtif kepada masyarakat, harus terus kami lakukan di seluruh wilayah hukum kami. Untuk mewujudkan hasil yang memuaskan dari upaya pre-emtif ini, tentu harus diwujudkan dengan hubungan emosional yang harmonis antara anggota kepolisian dengan warga setempat. Jika bisa diibaratkan, jalinan emosional ini merupakan “Jalan Tol” sehingga apapun himbauan, ajakan yang kami sampaikan kepada masyarakat dapat berjalan mulus tanpa ada hambatan, ” ungkap Repaldi sembari tersenyum.

Ia yakin bahwa jika himbauan dan ajakan dari pihak aparat kepolisian dapat diterima masyarakat tanpa hambatan, akan dapat mencegah potensi timbulnya permasalahan sosial dan kejahatan di tengah-tengah masyarakat.

Dikatakan Repaldi, mengedepankan himbauan dan mengupayakan pendekatan emosional merupakan upaya prioritas yang terus ia lakukan sejak menjabat Kapolsek di tempat kelahiran pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol tersebut.

Siang itu tampak Iptu. Repaldi didampingi Panit Intel Aipda Marjul, melakukan bincang-bincang dengan beberapa masyarakat jorong Tanjuang Bungo nagari Ganggo Hilia ditemani beberapa gelas kopi hitam. Disela-sela perbincangan itu, kapolsek berupaya menjelaskan dan terus memberikan edukasi hukum, himbauan untuk terus meningkatkan Harkamtibmas, menampung keluhan, saran dan menyerap aspirasi masyarakat setempat terkait permasalahan yang ada di nagari Ganggo Hilia.

“Datangi  masyarakat, serap aspirasi dan keluhannya secara langsung terkait situasi dan permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat tentu akan terjalin peningkatan dan memperkuat emosional dengan warga. Apalagi jika kami terus pro aktif melakukannya, maka kami yakin dapat meminimalisir terjadinya potensi gangguan dan meningkatkan Harkamtibmas di wilayah hukum kami, ” ungkap Repaldi.

Siang itu Kapolsek juga menyempatkan diri meninjau lokasi wisata Bukik Tajadi yang berada di wilayah hukumnya bersama walinagari Gango Hilia. Puncak tersebut dulunya dijadikan benteng basis pertahanan penting Tuanku Imam Bonjol. Dari sinilah Tuanku Imam Bonjol menggalang kekuatan dan bertahan dari gempuran pasukan Belanda.

Iptu Repaldi bersama Wali Nagari Ganggo Hilia, Bonjol

“Sangat indah dan penuh sejarah Bukit Tajadi ini, dari Bukit ini kita dapat melihat pemandangan Bonjol. Saat saya mengunjunginya, saya merasakan sensasi masa lalu yang kental, sangat identik dengan nasionalisme. Setelah Bentengnya menjadi Cagar Budaya, semoga kedepannya Bukit Tajadi dapat menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun Internasional yang ingin menyaksikan dan menikmati wisata sejarah masa lalu perjuangan Tuanku Imam Bonjol, ” harapnya.

Iptu Repaldi juga menyatakan bahwa ia bersama personelnya mendukung semua program pemerintah baik daerah maupun pusat untuk terus memajukan wisata sejarah Bukit Tajadi. “Artinya dengan terus meningkatnya serapan para wisatawan yang berkunjung ke Bukit Tajadi, otomatis akan meningkatkan perekonomian dan pendapatan Masyarakat, “tutupnya.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts