MINANGKABAUNEWS, SALAYO – Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, menyambut kunjungan kerja Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., bersama jajaran Kementerian Pertanian RI di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat (7/8/2026).
Turut hadir Perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, serta perwakilan dari sejumlah Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Pertanian RI.
Bupati Solok menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana di Kabupaten Solok. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Solok menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
Bupati menjelaskan bahwa sekitar 80 persen lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah berhasil ditangani, sementara masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang masih memerlukan dukungan penanganan lebih lanjut. Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan agar seluruh lahan terdampak dapat segera dipulihkan dan kembali produktif.
“Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh,” ujar Bupati.
Sementara itu, Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani dampak bencana di sektor pertanian. Menurutnya, Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah yang paling cepat mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Solok.
“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkap Dr. Liferdi.***






