Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar Minta Pemerintah Perhatikan Stabilitas Harga dan Produksi Gambir di Limapuluh Kota, Sumbar

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, LIMAPULUH KOTA — Pemerintah didorong untuk lebih serius memperhatikan komoditas gambir yang menjadi andalan ekspor di wilayah tersebut. Sebagai salah satu daerah penghasil dan penyuplai gambir terbesar di Sumbar, petani dan pengolah gambir di Kabupaten Limapuluh Kota mengharapkan intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan produksi dan kualitas komoditas tersebut.

Gambir, yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan, kosmetik, hingga farmasi, merupakan komoditas ekspor bernilai tinggi yang banyak diminati pasar global. Namun, petani seperti Oktradi Mas Putra, warga Kapur IX Muaro Paiti, mengungkapkan kekhawatiran atas fluktuasi harga yang kerap merugikan mereka. “Kami sangat berharap harga gambir dapat kembali naik agar petani bisa tersenyum dan kembali bersemangat,” ujarnya.

Proses pengolahan gambir di Limapuluh Kota hingga kini masih mengandalkan metode tradisional turun-temurun. Daun gambir dipetik, direbus, dipres untuk mengambil getah, lalu diendapkan dan dicetak secara manual di tempat pengolahan yang disebut kempan. Meski metode ini telah diwariskan selama generasi, keterbatasan teknologi dinilai menghambat optimalisasi produksi dan kualitas.

Ade Herdiwansyah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar sekaligus putra asli Kabupatan Limapuluh Kota, menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah. “Gambir adalah komoditas strategis yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain stabilisasi harga, perlu juga dukungan teknologi pengolahan dan akses pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Ia menambahkan, intervensi pemerintah diperlukan untuk melindungi petani dari permainan harga tengkulak dan memastikan kesejahteraan masyarakat. “Jika harga gambir stabil di tingkat petani, dampaknya akan terasa bagi perekonomian desa hingga nasional,” ucap Ade.

Sebagai salah satu penyumbang devisa, gambir asal Limapuluh Kota telah menembus pasar negara seperti India, Bangladesh, dan Malaysia. Namun, tanpa dukungan kebijakan yang konkret, potensi tersebut dikhawatirkan tidak berkelanjutan. Pemerintah daerah dan pusat diharap dapat merancang program pemberdayaan, pelatihan pengolahan modern, serta membentuk lembaga pemasaran yang menjamin keuntungan langsung bagi petani.

Dengan langkah tersebut, gambir tidak hanya akan menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan kontribusinya bagi perekonomian Indonesia.

Related posts