Khalil, Motor Soliditas PPP Padang: Dari BPJS Warga hingga Barisan Partai

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Di tengah semangat konsolidasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang, satu sosok tampil menonjol dengan gaya khasnya yang sederhana tapi membumi: Anggota DPRD Kota Padang, Muhammad Khalidi Al Khair akrab disapa Khalil.

Dalam Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PPP Padang di Hotel Truntum, 7–8 Oktober 2025, Khalil tak sekadar hadir sebagai wakil rakyat. Ia datang membawa semangat solidaritas, kepedulian, dan komitmen untuk memperkuat barisan partai hingga ke tingkat paling bawah.

“Saya senang pertemuan hari ini membangun komunikasi yang tidak pernah putus antara DPC, PAC, dan anggota dewan,” ujar Khalil di sela-sela acara. “Mari kita satukan langkah. Kalau ada persoalan, mari kita pecahkan bersama. Kami di Fraksi siap menerima masukan dari PAC, pintu kami selalu terbuka.”

Khalil menegaskan, PPP bukan sekadar partai politik yang sibuk dengan urusan elektoral, melainkan “rumah besar bagi umat”. Di rumah itu, katanya, setiap kader punya tanggung jawab moral untuk membantu sesama, terutama mereka yang lemah dan terpinggirkan.

“Kalau ada warga yang kesulitan atau punya tunggakan BPJS, saya siap membantu. Karena politik itu bukan hanya soal kekuasaan, tapi soal keberpihakan dan pelayanan,” tegasnya.

Menjaga Asa, Menyulam Kebersamaan

Ucapan Khalil bukan sekadar retorika. Ia dikenal di daerah pemilihannya sebagai legislator yang aktif turun ke lapangan, menjemput aspirasi warga tanpa protokol rumit. Dalam banyak kesempatan, ia hadir dalam kegiatan masyarakat, mendengarkan keluhan langsung, dan memperjuangkan bantuan sosial serta fasilitas publik.

Bagi Khalil, membesarkan PPP bukan hanya soal strategi politik, tapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi DNA partai berlambang Ka’bah itu.

“PPP harus hadir di tengah rakyat, bukan hanya di masa kampanye. Kita besar karena umat percaya, dan kepercayaan itu lahir dari kepedulian,” ujarnya.

Menyatukan Gerbong, Menatap 2029

Pernyataan Khalil memperkuat pesan Ketua DPC PPP Padang, Nikki Lauda Hariyona, yang menegaskan pentingnya menyatukan seluruh gerbong partai menuju Pemilu 2029.

Mukercab kali ini bukan sekadar ritual organisasi, melainkan ajang untuk menyamakan visi antara DPC, PAC, dan fraksi di DPRD. Di forum itu, soliditas kader diuji — apakah partai ini mampu menjawab tantangan politik lima tahun ke depan dengan kekompakan dan kerja nyata.

Bendahara DPC Indra Guswadi menambahkan, PPP menargetkan satu kursi DPRD per dapil. Sementara Sekretaris DPC Firdaus Ardianto menegaskan, tidak ada lagi perpecahan di tubuh PPP pasca-Muktamar. Semua kini satu komando di bawah Ketua Umum M. Mardiono.

Khalil dan Politik yang Menyentuh Akar

Dalam peta konsolidasi itu, sosok Khalil menjadi jembatan penting antara struktur partai dan konstituen. Ia tidak hanya bicara strategi, tapi juga praktik nyata politik yang menyentuh akar kehidupan rakyat.

“Politik tanpa empati itu kosong,” katanya. “Kalau kita ingin PPP kembali besar, maka mulai dari sekarang kita harus kembali kepada roh perjuangan: menolong umat, memperjuangkan keadilan, dan menjaga persaudaraan.”

Mukercab PPP Padang berakhir dengan suasana optimistis. Tapi di luar ruang rapat, gema pesan Khalil masih terdengar: politik bukan sekadar berebut kursi, tapi membangun kepedulian yang tak putus di antara kader dan rakyat.

Related posts