MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pada suatu Ahad yang cerah, 16 Desember 2025, Advokat Ki Jal Atri Tanjung, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, hadir sebagai narasumber dalam Pelatihan Mubaligh dan Mubalighah Muhammadiyah Padang Pariaman. Dengan penuh semangat, beliau menyampaikan materi bertajuk “Manhaj Gerakan Muhammadiyah Berkembang dan Mensejahterakan.” Paparannya tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menyadarkan kita betapa relevannya metode gerakan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Manhaj Gerakan Muhammadiyah adalah “jalan” atau metode yang digunakan organisasi ini dalam menjalankan misinya. Bukan sekadar teori, manhaj ini dijiwai oleh ajaran Islam yang moderat, rasional, dan progresif. Ia menjadi kompas yang mengarahkan setiap langkah Muhammadiyah agar tetap selaras dengan nilai-nilai Islam yang murni, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Manhaj Gerakan Muhammadiyah memiliki tujuan yang mulia: mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Caranya? Dengan menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan rasional, membangun masyarakat Islami yang sejati, serta mengembangkan potensi umat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
· Mengarahkan dan mengatur kegiatan agar efektif dan efisien.
· Mengawasi pelaksanaan kegiatan agar tetap sesuai dengan prinsip organisasi.
· Mengembangkan kemampuan kader dan anggota untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan manhaj ini, Muhammadiyah tidak hanya bergerak, tetapi bergerak dengan arah yang jelas.
Manhaj Gerakan Muhammadiyah hadir dalam berbagai bentuk, sesuai dengan bidang yang digeluti:
1. Manhaj Tabligh: Menyampaikan dakwah dengan cara yang bijak dan mudah diterima.
2. Manhaj Pendidikan: Membangun generasi unggul melalui sistem pendidikan yang berkualitas.
3. Manhaj Sosial: Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip keadilan dan empati.
4. Manhaj Ekonomi: Menggerakkan ekonomi umat melalui usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
5. Manhaj Politik: Berperan aktif dalam membangun tata kelola negara yang berkeadilan.
Meski demikian, bentuk-bentuk ini tidak kaku. Ia bisa disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan masyarakat.
Implementasi manhaj dilakukan melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan jaringan. Sementara aktualisasi manhaj adalah upaya menghidupkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan nyata, seperti melalui kreativitas, kerjasama, dan kesadaran kolektif.
Namun, tantangan tak pernah absen. Kurangnya kesadaran, sumber daya manusia, dan pengaruh negatif dari luar seringkali menghadang. Tapi dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang solid, Muhammadiyah yakin dapat mengatasi semua itu.
Di akhir paparannya, Advokat Ki Jal Atri Tanjung mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengaktualisasikan manhaj gerakan Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat “Berkemajuan”, Muhammadiyah terus bergerak, bukan hanya untuk kemaslahatan internal, tetapi juga untuk kemaslahatan umat dan bangsa.






