Pengabdian Masyarakat di SMAM 1 Padang, Tim Pengabdian Politekhnik Aisyiyah Ajak Gen-Z Peduli Stunting

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PENGABDIAN MASYARAKAT — Dosen Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang kepada seluruh siswa dan siswi, Sabtu, (15/6/2024).

Ketua Tim Pengabdian Politekhnik Aisyiyah Sumbar, Meta Rikandi mengatakan Pengabdian Masyarakat itu dilakukan oleh dosen prodi DIII Keperawatan, D4 Bisnis Jasa Makanan dan Berkolaborasi dengan dosen UM Sumbar.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang

Menurutnya, Pengabdian Masyarakat ini merupakan hibah skema pengabdian Masyarakat dari majelis dikti PP ‘Aisyiyah tahun 2024.

Meta memaparkan Kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian penyuluhan kepada seluruh siswa/i tentang kesehatan reproduksi. Selain itu memberikan penyuluhan tentang pengenalan nilai-nilai AIK dan pernikahan dini pada siswa/i.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang

Dan juga mengenalkan produk dan bahan pangan yang sehat serta nilai-nilai gizi yang terkandung pada produk.

Meta menerangkan perkawinan di usia muda tidak disarankan dari sudut pandang kesehatan karena berkaitan dengan organ reproduksi seorang calon ibu. Karena eorang wanita yang belum mencapai usia 18 tahun pertumbuhan organ tubuh terutama organ reproduksinya seperti rahim belum matang untuk bereproduksi dan pertumbuhan panggul pula belum maksimal sebagai akibatnya apabila hamil merupakan kehamilan yang berisiko.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang.

Di Sisi lain, lanjutnya, perempuan yang menikah di usia dini masih termasuk dalam kategori kelompok umur anak, belum siap secara mental untuk menjalani masa kehamilan dan persalinan, apalagi bila diperparah dengan status sosial ekonomi yang kurang baik. Akibat dari pernikahan serta kehamilan pada usia anak-anak tersebut adalah terhadap pertumbuhannya. Ibu yang menikah terlalu muda dapat meningkatkan risiko Stunting pada anak mereka.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang

Ia menambahkan, Hal ini terjadi karena mereka tidak menyadari pentingnya merencanakan kehamilan dan mendapatkan makanan yang cukup. Pergaulan bebas, yang dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah atau kelahiran yang tidak direncanakan, adalah alasan lain mengapa sangat penting bagi remaja untuk menyadari pentingnya kesehatan reproduksi mereka. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) telah menetapkan remaja sebagai salah satu sasaran penting dalam upaya percepatan pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi pada kelompok usia remaja, terutama remaja putri, merupakan salah satu intervensi utama yang harus dilakukan dalam pencegahan stunting. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan pernikahan dini, diantaranya yakni kurangnya pengetahuan tentang seks dan kesehatan reproduksi, latar belakang lingkungan, kurangnya pengawasan serta media massa.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang

Selain itu kurangnya fasilitas serta sarana konseling mengenai kesehatan reproduksi remaja yang masih terbatas serta terbatasnya peran dari orang tua dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kesehatan reproduksi juga menjadi penyebab remaja melakukan pernikahan dini.

Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar melakukan pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Padang

Ia memaparkan kegiatan ini adalah untuk memberikan Edukasi tentang pernikahan dini dan Kesehatan Reproduksi serta Penilaian Nilai-nilai AIK sebagai Upaya Pencegahan Stunting Mulai Usia Dini di SMA M uhammadiyah I Padang.

Related posts