MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat menggelar puncak Milad ke-108 pada Ahad malam (6/7) di Auditorium Gubernuran Sumbar. Resepsi milad ini menjadi titik kulminasi dari serangkaian kegiatan tematik yang dilaksanakan sejak Mei 2025, mencakup isu strategis seperti ketahanan pangan, desa berdaya berbasis nilai Islam, serta pelestarian budaya lokal.
Ketua PWA Sumbar, Dr. Syur’aini, M.Pd., menegaskan bahwa Milad ke-108 ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi atas komitmen panjang Aisyiyah dalam membangun peradaban melalui dakwah sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, Direktur RSU Aiayiyah, Direktur Politeknik Aisyiyah Sumbar, dokter-dokter spesialis dari berbagai institusiIstri Gubernur Sumbar, Harneli Bahar. Seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Sumbar dan Anak-anak TK Aisyiyah Busthanul Athfal dan guru-guru IGABA.
Dalam sambutannya Sekda Sumbar, Arry Yuswandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah Aisyiyah dalam mengisi ruang-ruang pembangunan sosial di Sumatera Barat.
“‘Aisyiyah telah hadir bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tapi sebagai lokomotif perubahan sosial berbasis nilai. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi program-program nyata yang telah dijalankan, khususnya di bidang ketahanan keluarga dan pendidikan masyarakat akar rumput,” ujarnya.
Sementara itu, Harneli Bahar, istri Gubernur Sumbar, menyampaikan harapannya agar Aisyiyah terus menjadi pelita umat dan mitra pemerintah dalam menghadirkan masyarakat yang kuat spiritual dan berdaya ekonomi.
“Saya berharap Aisyiyah terus menebar manfaat bagi seluruh kalangan, khususnya perempuan dan anak-anak, serta terus memperluas kiprah dakwah sosial ke seluruh pelosok Sumbar,” ungkap Harneli.
Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan permainan anak nagari dari TK Aisyiyah 33 Padang, yang mencuri perhatian hadirin dengan nuansa tradisional yang sarat nilai edukatif dan budaya. Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala dan bingkisan Semarak Milad 108 kepada para pemenang lomba dan tokoh inspiratif, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.
Dengan usia lebih dari satu abad, Aisyiyah terus membuktikan peran vitalnya sebagai kekuatan sosial keumatan yang progresif, menjembatani nilai-nilai spiritual dan strategi pembangunan berkelanjutan.






