MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang mempertegas ambisinya menembus pasar pendidikan Islam global. Caranya: mempertahankan tenaga pengajar asing yang dinilai krusial bagi transformasi lembaga.
Rabu pekan lalu, pengelola pesantren memperpanjang kontrak Syech Ibrahim Elsaid. Pengajar asal Timur Tengah ini dipercaya melanjutkan tugasnya mengampu program Bahasa Arab. Penandatanganan berlangsung di Ruangan Eksekutif HAMKA, disaksikan tiga pejabat pesantren: Wakil Mudir II Amel Dahlan, Wakil Direktur III Insan Adha Hasibuan, dan Sekretaris Zainal Abidin.
“Beliau menjadi jembatan penting bagi pesantren dalam menjalin hubungan dengan dunia internasional,” kata Mudir Pesantren Derliana kemarin. Doktor lulusan program studi Timur Tengah ini menegaskan, keputusan itu bagian dari strategi besar menjadikan Kauman sebagai institusi pendidikan Islam berkelas dunia.
Selama bertugas, Syech Ibrahim mengubah pola pengajaran Bahasa Arab di pesantren. Pendekatan komunikatif dan interaktifnya membuat santri lebih berani berbicara Arab dalam aktivitas sehari-hari. Metode ini kontras dengan sistem hafalan yang selama ini mendominasi pembelajaran bahasa di pesantren tradisional.
Langkah ini mencerminkan upaya pesantren memadukan tradisi keilmuan Islam dengan tuntutan modernisasi pendidikan. Derliana optimistis kerja sama dengan pengajar internasional akan mempercepat visi internasionalisasi lembaganya. “Kami ingin Kauman unggul, modern, dan berdaya saing global,” ujarnya.






