Ramai-ramai Sia-sia? DPRD Padang: Rayakan Nataru dengan Hati, Bukan Euforia, Ingat Korban Banjir Bandang!”

  • Whatsapp
Rapat koordinasi lintas sektor menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, PARIWARA – Suasana pergantian tahun di Kota Padang diperkirakan akan jauh lebih syahdu dan penuh refleksi. Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, secara resmi mengimbau seluruh warganya untuk menahan euforia dan merayakan momen tersebut dengan kesederhanaan serta penuh makna.

Imbauan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi ribuan warga yang masih berjuang memulihkan diri pasca-bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Banyak di antara mereka yang hingga detik ini masih kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, bahkan anggota keluarga, dan bertahan dengan bantuan pemerintah.

Rapat koordinasi lintas sektor menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Foto: Dok. Istimewa)

“Kita masih dalam suasana duka. Banyak saudara kita yang belum pulih. Mari kita isi Nataru dengan keheningan yang bermakna, bukan kemeriahan yang berlebihan,” tegas Muharlion dalam pernyataannya, Rabu (17/12/2025).

Pesan yang sama juga disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Bagi yang merayakan Natal, ia mengajak untuk lebih memaknainya melalui ibadah dan kebersamaan keluarga. Sementara bagi umat Islam, malam tahun baru bisa diisi dengan kegiatan positif seperti doa dan zikir bersama di rumah.

Tak Sekadar Imbauan, Aturan Juga Diperketat

DPRD Padang mendukung penuh arahan Kapolri dan Pemerintah Kota yang melarang keras penggunaan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun. Tak hanya itu, hiburan organ tunggal atau kegiatan lain yang berpotensi menciptakan keramaian massal dan euforia juga tidak mendapatkan izin pelaksanaan. Langkah ini diambil untuk menghormati korban bencana dan menjaga ketertiban umum.

Rapat koordinasi lintas sektor menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Foto: Dok. Istimewa)

Waspada! Sampah di Malam Tahun Baru Tetap Jadi Ancaman Serius

Di balik imbauan perayaan yang sederhana, Muharlion mengingatkan adanya ancaman lain yang kerap luput: lonjakan sampah. Meski tidak ada pesta besar, aktivitas masyarakat di malam tahun baru diprediksi tetap meningkat dan berpotensi meninggalkan timbunan sampah di jalan protokol, ruang publik, hingga permukiman.

“Lonjakan aktivitas ini pasti berdampak pada volume sampah. Pemerintah harus siaga penuh, petugas kebersihan harus bekerja optimal sebelum, selama, dan setelah malam tahun baru agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan kota,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa masalah kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Warga diharapkan aktif menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak mencemari area yang telah dibersihkan.

Antisipasi Arus Wisata & Dorong Harga Pangan Terjangkau

Menyikapi libur panjang Nataru yang berpotensi mendatangkan wisatawan, Muharlion menekankan perlunya rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, dan semua pihak yang menjaga keamanan selama periode liburan.

Rapat koordinasi lintas sektor menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Foto: Dok. Istimewa)

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, DPRD juga mendorong Pemerintah Kota untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, melindungi daya beli masyarakat—terutama yang terdampak bencana—serta membantu mengendalikan inflasi daerah menyambut tahun baru.

Secara keseluruhan, pesan yang ingin disampaikan jelas: perayaan Nataru tahun ini di Padang adalah momen untuk berempati, intropeksi, dan saling menguatkan. Bukan waktunya untuk pesta pora, tetapi untuk membangun kembali semangat kebersamaan sebagai satu kota yang sedang bangkit.

Related posts