Banjir Masih Jadi Momok! Pimpinan DPRD Padang Diserbu Warga Minta Solusi Ini

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PARIWARA – Trauma banjir bandang masih membekas di hati warga Kota Padang. Hal ini terlihat jelas saat tiga pimpinan DPRD Kota Padang menggelar reses di wilayah berbeda dalam rentang waktu berdekatan, awal Januari 2026 ini.

Masjid Almanar Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah menjadi saksi kegelisahan warga pada Minggu, 5 Januari 2026. Ketua DPRD Kota Padang, Ustad H. Muharlion, S.Pd., kebanjiran aspirasi dari puluhan ketua RT/RW dan tokoh masyarakat setempat.

Persoalan banjir menjadi keluhan utama yang disuarakan warga. Mereka meminta normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga betonisasi jalan yang rusak akibat terjangan air. Tak lupa, bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) juga masuk dalam daftar usulan.

“Usulan itu kita data dan tentunya kita pilah. Mana yang bisa cepat ditangani, kita koordinasikan dengan Pemko Padang,” janjи mantan Ketua DPD PKS Kota Padang ini.

Untuk usulan jangka panjang, Muharlion meminta warga menyiapkan proposal agar bisa diperjuangkan di lembaga dewan sesuai regulasi yang berlaku.

Warga Masih Trauma Banjir Bandang

Nasib serupa dialami Mastilizal Aye, Wakil Ketua DPRD Kota Padang. Sehari setelahnya, Selasa 6 Januari 2026, politisi yang akrab disapa Aye ini juga diserbu warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, tepatnya di kawasan Gurunlaweh, Kampung Lapai, dan Kampung Olo.

Ruangan reses penuh sesak. Warga tak mau melewatkan kesempatan menyampaikan aspirasi langsung ke wakil rakyat mereka.

“Kami minta agar sedimen lumpur di aliran sungai segera digali dan drainase warga segera diperbaiki. Kami masih trauma dengan kejadian banjir bandang 27 November 2025 lalu,” ungkap perwakilan warga dengan suara bergetar.

Aye mengaku memahami kekhawatiran warga. Ia berjanji akan mengkoordinasikan semua aspirasi dengan pihak terkait agar banjir tak lagi merendam perumahan warga.

Reses Wakil Ketua DPRD Padang Mastalizal Aye (Foto: Dok. Istimewa)

Sementara untuk usulan bantuan kelompok Ibu-ibu MTI, Aye meminta mereka membuat proposal yang akan dimasukkan dalam perencanaan 2025 untuk direalisasikan tahun 2026.

Di lokasi berbeda, tepatnya Masjid AlKaffah Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubuk Buaya, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP., juga menggelar reses pada Ahad, 4 Januari 2026.

Dihadiri langsung Lurah Hendri Os, S.Kep., Ketua LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, serta jajaran RT/RW, warga kembali menyuarakan kebutuhan mendesak: bantuan fasilitas umum seperti jalan, drainase, UMKM, hingga kelengkapan rebana untuk Masjid AlKaffah.

Sambutan warga yang luar biasa membuat politisi PAN ini terharu. “Luar biasa reses ini. Kami sampai terharu dengan sambutan warga,” ujar anggota dewan dua periode ini.

Jupri mengingatkan, pada 2025 dirinya sudah melakukan betonisasi di depan masjid tersebut. “Insya Allah tahun 2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi di sekitar masjid ini,” janjinya mantap.

Rangkaian reses tiga pimpinan DPRD Kota Padang ini menunjukkan betapa mendesaknya penanganan infrastruktur pascabanjir di Kota Padang. Warga kini menanti realisasi janji para wakil rakyat mereka.

Related posts