MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana hangat masih terasa usai Resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 di ranah Minang. Pasca Resepsi Milad, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI sekaligus Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, memilih menyambangi kawasan Pantai Padang untuk menikmati malam. Namun, bukan pemandangan laut yang jadi sorotan, melainkan aksinya menjajal kuliner legendaris: teh telur Malimpah.
Ditemani Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. Bachtiar, serta jajaran pengurus PWPM Sumbar pengurus PDPM se-Sumbar, Dzulfikar tampak antusias saat segelas teh hangat bercampur kuning telur dan Tapai itu disajikan. Di tengah desiran angin pantai, Ketua PWPM Sumbar, Ade Herdiwansyah, yang turut mendampingi, dengan penuh semangat menyampaikan pernyataannya.
“Ini bukan sekadar minuman, ini warisan leluhur yang menyimpan filosofi mendalam,” ujar Ade Herdiwansyah sambil tersenyum. “Teh telur Malimpah lambang kehangatan, kebersamaan, dan energi. Kami bangga Wamen Dzulfikar langsung jatuh cinta pada cita rasa otentik Minang ini. Beliau bilang, ‘Ini obat penat setelah menghadiri resepsi milad!'”
Ade menambahkan bahwa momen santai seperti ini justru menjadi ajang silaturahim yang efektif. “Di balik gelas teh telur, kita bicara banyak soal pemberdayaan pemuda dan perlindungan pekerja migran. Siapa sangka, kuliner kampung bisa jadi jembatan gagasan besar,” pungkasnya, disambut tawa riuh para pengurus yang turut menikmati kelezatan Malimpah di bibir pantai.
Hingga tengah malam, rombongan masih asyik berbincang, meninggalkan cerita bahwa kenikmatan teh telur Malimpah tak hanya di lidah, tapi juga di hati para pemimpin bangsa.






