Tak Disangka! Di Usia 94 Tahun, PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar Malah Dapat ‘Warisan’ dari Wamen Imigran RI: 100 Seragam KOKAM dan Pesan Mengejutkan soal Ranah Minang!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan mewarnai Resepsi Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Ahad (10/5/2026). Acara ini kian istimewa dengan hadirnya Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Imigran RI yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Tepat 94 tahun usia Pemuda Muhammadiyah—terhitung sejak 2 Mei 1932—organisasi ini terus menunjukkan eksistensinya. Ketua PWPM Sumbar, Ade Herdiwansyah, mengungkapkan rasa syukur karena untuk kedua kalinya dihadiri langsung Ketum PP Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Imigran RI. “Ini sebuah kebanggaan tersendiri, apalagi PWPM Sumbar memiliki sumando urang awak, istri beliau asli Kota Bukittinggi,” ujarnya disambut tawa hangat.

Ketua panitia, Riko Andrian Putra, tak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemprov Sumbar dan kehadiran Ketum PP Pemuda Muhammadiyah. Acara yang mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya” ini dihadiri sekitar 150 orang, termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur yang mewakili gubernur.

Gubernur Sumbar yang diwakiki Mahdianur dalam sambutannya menyoroti tantangan generasi muda saat ini. “Loyalitas dan dedikasi pemuda Muhammadiyah luar biasa. Ketika saya menjadi anggota Karang Taruna dulu ada peran kader Muhammadiyah yang mewarnai pergerakan. Sekarang PR kita adalah LGBT, kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan narkoba yang merajalela,” tegasnya.

Kado Spesial: Doktor Cumlaude untuk Pemuda Muhammadiyah

Di tengah perayaan, ada hadiah istimewa yang menggema. Herman Syahkiki, S.H., M.H., resmi menyandang gelar doktor Hukum Islam dengan predikat Cumlaude. Momen ini menjadi penyemangat bahwa kader Pemuda Muhammadiyah Sumbar mampu berprestasi di level akademik tertinggi.

“Jangan Hanya Mencari Islam, Tapi Hadirkan Rahmatan Lil Alamin”

Dalam orasinya yang mengalir penuh makna, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah terus menjaga semangat ta’awun (saling membantu) dan takaful (saling menanggung beban). Ia bahkan memberikan kejutan: 100 seragam KOKAM sebagai hadiah nyata kepada PWPM Sumbar.

Dengan gaya khasnya, Tawalla menyentil soal gerakan keilmuan. “Gerakan Muhammadiyah harus lekat dengan keilmuan. Itu tidak boleh hilang. Kenapa orang Minang berani merantau? Karena dia tahu tidak ada keterasingan bagi yang pintar, mereka punya Skill dan Knowledge. Jangan semata mencari Islam, tetapi hadirkan Islam rahmatan lil alamin di tengah penderitaan umat,” pesannya.

Ia juga membahas uniknya hubungan historis antara Sulawesi Selatan dan Ranah Minang—yang terbukti lewat peran Datuk ri Bandang dalam penyebaran Islam di Kerajaan Gowa.

Milad ke-95 Harus Lebih Meriah

Di akhir sambutan, mantan ketua PWPM seperti Ki Jal Atri Tanjung, Taslim, Muhayatul, Murisal, Amsir hingga perwakilan GP Anshor turut hadir memberi dukungan. “Apapun yang kita lakukan hari ini akan berdampak di masa depan. Tetaplah berjuang dengan ikhlas. Kita berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi negarawan yang mewarnai pergerakan di Sumbar,” pungkas Ade Herdiwansyah.

Milad ke-95 pun sudah dinanti. Targetnya: lebih meriah, lebih mengakar, dan lebih membawa Indonesia Jaya.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr. Bachtiar berpesan agar Pemuda Muhammadiyah menyebar di partai politik dan di Komisi-komisi serta di eksekutif dan legislatif untuk berfastabiqul khoirat seperti tema terus tumbuh dan mengakar untuk Indonesia Jaya. Pemuda Muhammadiyah juga diminta memperhatikan Amal Usaha Muhammadiyah berjumlah ratusan yang membutuhkan sentuhan tangan Pemuda Muhammadiyah.

Selain resepsi Milad juga diisi acara pemotongan tumpeng sebagai puncak peringatan Milad ke-94 dan tari pasambahan.

Related posts