Geger! Semarak Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Pasbar Berubah Jadi Arena Bahas Ekonomi Daerah, Ketua PWPM Sumbar Ade Herdiwansyah Ikut Turun

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PASAMAN — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pasaman Barat menggelar diskusi kepemudaan dan ekonomi daerah dalam rangka Milad ke-94 organisasi, Senin (4/5/2026) malam, yang berlangsung di Barra Caffe serta dihadiri Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ade Herdiwansyah. Selain itu juga dihadiri Wakil Ketua PD Muhammadiyah Pasaman Barat Denni Meilizon, dan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Pasaman Barat Erik Afriyuda. Tak ketinggalan, Ketua Umum IMM Cabang Pasaman Barat Nasrul Hadi turut membawa serta jajarannya.

>Dalam sambutannya Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Ade Herdiwansyah menyampaikan “Kegiatan diskusi yang digelar PD Pemuda Muhammadiyah Pasaman Barat ini sangat strategis, karena memadukan antara refleksi ideologis dan isu aktual kepemudaan serta ekonomi daerah. Saya apresiasi antusiasme peserta yang hadir, termasuk jajaran IMM dan organisasi otonom lainnya. Milad ke-94 bukan sekadar angka, tapi momentum untuk menguji sejauh mana pemuda Muhammadiyah hadir memecahkan masalah riil masyarakat.

Dari diskusi ini, saya menangkap kebutuhan besar akan penguatan kader yang tidak hanya paham wacana, tapi juga bergerak di sektor pemberdayaan ekonomi. Ke depan, PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar akan mendorong terbentuknya unit-unit usaha pemuda berbasis komunitas di kabupaten/kota, termasuk di Pasaman Barat. Pemuda harus jadi garda terdepan dalam membangun kemandirian daerah, bukan sekadar menjadi komentator sosial,” katanya.

Ade Herdiwansyah yang hadir sebagai narasumber utama tak tinggal diam. Dalam nada penuh energi, ia menambahkan bahwa Pemuda Muhammadiyah Sumbar akan segera mendorong pembentukan unit-unit usaha pemuda di Pasaman Barat. “Jangan biarkan pasar dikuasai oleh mereka yang tak punya kepedulian pada generasi muda. Kita harus berani masuk ke sektor riil,” ucapnya disambut tepuk tangan.

Erik Afriyuda, selaku ketua pelaksana, mengawali diskusi dengan nada tegas. “Milad ke-94 ini bukan sekadar seremonial. Kalau hanya potong tumpeng dan tepuk tangan, mending bubar. Kita ingin pemuda itu punya gagasan, lalu bertindak,” ujarnya.

Dari situlah diskusi mengalir. Satu per satu peserta melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang jarang mengemuka di acara resmi. Mulai dari penguatan nilai kemuhammadiyahan di tengah gempuran budaya digital, hingga persoalan klasik: mengapa ekonomi Pasaman Barat yang kaya sumber daya alam belum menyentuh anak muda? Bahkan, polemik tenaga kerja lokal yang tersingkir di daerah sendiri ikut menjadi bara perdebatan yang hangat.

Hingga menjelang pukul 22.00 WIB, diskusi belum menunjukkan tanda-tanda reda. Para peserta dari berbagai komisariat IMM dan organisasi otonom Muhammadiyah terus bergantian memberikan pandangan. Di akhir sesi, lahir komitmen yang bukan basa-basi: akan ada tim kerja khusus yang menyusun peta jalan ekonomi pemuda untuk Pasaman Barat. Sebuah hasil yang tak terduga dari sebuah diskusi milad yang semula dianggap biasa.

Rapat kopi itu pun tutup dengan senyum dan jabat tangan. Namun, semua yang hadir tampak paham: ini baru permulaan. Pemuda Muhammadiyah bergerak, pemuda Pasbar siap merubah keadaan.

Related posts