Gak Nyangka! Pemprov Sumbar Kasih Pinjaman Nol Persen buat UMKM yang Terkena Bencana, Bayarnya Pakai Apa?

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat belum lama ini benar-benar bikin jantung para pelaku UMKM berdegup kencang. Jalanan putus, akses terhambat, hingga usaha legendaris seperti Sate Mak Syukur sempora tutup. Tapi kini, ada secercah harapan yang bikin lega.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergandengan tangan dengan Dompet Dhuafa. Selasa (5/5/2026) di Istana Gubernuran, keduanya resmi meneken nota kesepahaman untuk program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Bukan sekadar bantuan biasa, ini istimewa.

Fokusnya adalah menguatkan UMKM yang terdampak bencana lewat skema pembiayaan syariah tanpa bunga. Namanya Program MUFAKAT—kepanjangan dari Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat. Ya, pinjaman nol persen!

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dengan penuh semangat bilang kalau ini langkah terobosan. “Belum ada skema seperti ini sebelumnya,” ujarnya. Ia ingat betul bagaimana Lembah Anai pernah lumpuh di 2024. Kerugian ekonomi karena mobilitas macet total? Sekitar Rp40 miliar per hari! UMKM langsung babak belur. “Makanya, UMKM jadi prioritas. Kalau mereka bangkit, ekonomi cepat pulih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, juga berkomitmen penuh. Program ini tidak hanya untuk penyintas banjir dan longsor di Sumbar, tapi akan diperluas ke lima provinsi lain di Indonesia tahun ini. “Kami ingin kerja sama ini makin memperluas manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Tak cuma itu, di acara yang sama juga diteken kerja sama microfinance antara Dompet Dhuafa dengan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM berbasis syariah dari hulu ke hilir.

Dengan skema tanpa bunga dan kolaborasi yang matang, harapan untuk pemulihan ekonomi pascabencana kini bukan lagi mimpi. Pelaku UMKM yang terdampak, siap-siap bangkit lagi!

Related posts