Momen Haru Gubernur Mahyeldi: ‘Perbedaan Bukan untuk Dipertentangkan, Tapi Dipadukan!’ – Pelantikan FSPK Sumbar Langsung Diapresiasi Puluhan Etnis

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (3/5/2026) terasa begitu khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Di depan puluhan tokoh masyarakat, Forkopimda, dan perwakilan 32 etnis yang ada di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Ansharullah secara resmi melantik Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumbar periode 2025–2031.

Bukan sekadar seremoni biasa. Mahyeldi dengan tegas menyebut bahwa pelantikan ini adalah momen penting untuk mengokohkan komitmen menjaga persatuan di tengah masyarakat yang beragam.

“Hari ini bukan sekadar pelantikan. Ini momentum untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan, merawat kebersamaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan,” ujara Gubernur dengan nada penuh haru.

Menurutnya, Sumbar memang kaya dengan nilai adat dan kearifan lokal. Tapi ia juga sadar—globalisasi bisa menjadi pisau bermata dua. Perbedaan, tanpa pengelolaan yang bijak, berpotensi memicu konflik. Di sinilah, kata Mahyeldi, FPK memegang peran vital.

“FPK adalah ruang dialog, ruang silaturahmi. Jangan sampai perbedaan justru memecah kita. Justru jadikan perbedaan sebagai perekat,” lanjutnya.

Mahyeldi tak lupa mengingatkan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai musyawarah dan penghormatan terhadap perbedaan adalah modal utama yang harus terus dipelihara.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipadukan,” tegasnya di depan para pengurus yang baru dilantik.

Ketua FPK Sumbar yang baru, Maman Sudarman, tampak antusias. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kepengurusan kali ini benar-benar representatif—melibatkan 32 etnis yang hidup berdampingan di ranah Minang. Baginya, FPK adalah jembatan dialog antar masyarakat, sekaligus ruang strategis menjaga keutuhan bangsa.

Tak berhenti di situ, Maman juga berharap FPK bisa hadir hingga tingkat kabupaten dan kota, serta aktif membantu penyelesaian konflik sosial. Pelantikan sore itu langsung disambut hangat oleh seluruh undangan.

Dengan kepengurusan baru yang lebih solid, warga Sumbar kini berharap FPK mampu menjadi perekat sejati, penjaga harmoni, dan penggerak kesejahteraan di bumi Minangkabau. Aman, damai, dan sejahtera—itulah targetnya.

Related posts