MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Dunia internasional kembali dikejutkan oleh prestasi gemilang seorang santriwati asal Indonesia. Bukan sekadar hafalan Al-Qur’an atau debat agama, kali ini seorang alumni Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah, Padang Panjang, sukses menorehkan nama harum bangsa di kancah olahraga dunia. Siapa sangka, Puthi Andam Wulandari—gadis yang kesehariannya akrab dengan kitab kuning dan laboratorium sains—kini menjelma sebagai pendekar pencak silat yang disegani di Eropa.
Ceritanya bermula ketika ajang bergengsi “25th Belgium Open International Pencak Silat Championship” digelar di Schoten, Antwerp, Belgia, pada 24-26 April 2026. Bertanding melawan para atlet tangguh dari berbagai negara, Puthi yang saat ini juga sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tak gentar. Gerakan demi gerakan ia keluarkan dengan penuh perhitungan, sampai akhirnya dewan juri mengangkat tangannya sebagai peraih Juara II. Ya, dia hanya kalah tipis dari sang juara, tapi itu sudah cukup untuk membuat Indonesia terdengar namanya di jantung Eropa.
Kabar membanggakan ini sontak membuat sang Mudir Pesantren, Dr. Derliana, M.A., tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Ini bukan sekadar medali. Ini adalah bukti bahwa santri kita bisa unggul di mana pun, dalam bidang apa pun. Alhamdulillah, Puthi sudah menunjukkan pada dunia bahwa anak pesantren bukan cuma pandai mengaji, tapi juga jago olahraga tingkat dunia,” ujarnya dengan mata berbinar.
Dr. Derliana pun menambahkan, prestasi Puthi sejalan dengan visi besar pesantren yang mengusung konsep The International School of Al-Qur’an, Science & Technology. “Kami ingin melahirkan generasi yang seimbang, pikirannya cemerlang, hatinya kuat, dan raganya juga tangguh. Puthi adalah contoh nyata,” pungkasnya.
Kini, Puthi Andam Wulandari tidak hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga seluruh alumni dan santri Pesantren Kauman. Dia pulang ke tanah air dengan membawa medali, tapi yang lebih penting, ia membawa pesan: bahwa dari pesantren pun, bisa lahir juara dunia.






