Beredar Surat Perubahan Jadwal, Tapi Ade Herdiwansyah Buka Suara: Milad Pemuda Muhammadiyah Sumbar Tetap Malam Ini! Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar & Wagub Siap Hadir, Para Mantan Ketua Juga Kumpul Semua

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Isu perubahan jadwal sempat berhembus kencang di kalangan kader Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat. Sebuah surat bernomor 1.1/102/1447 beredar, menyebutkan bahwa resepsi Milad ke-94 yang semula dijadwalkan 8 Mei diundur menjadi 10 Mei.

Namun Siang ini, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumbar, Ade Herdiwansyah, dengan tegas mematahkan kabar tersebut.

“Tidak ada perubahan jadwal. Yang ada adalah Milad Pemuda Muhammadiyah tingkat wilayah yang tetap kami gelar malam ini sesuai rencana awal. Hanya menyesuaikan dengan jadwal Ketum PP Pemuda Muhammadiyah,” ujar Ade, Minggu siang.

Ade pun membeberkan fakta yang membuat kader-kader lega sekaligus bersemangat: acara tetap digelar malam ini, Minggu 10 Mei 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Dan yang lebih istimewa, dua tokoh kunci dipastikan hadir:
· Dzulfikar Ahmad Tawalla – Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
· Vasco Ruseimy – Wakil Gubernur Sumatera Barat.

“Ketum Dzulfikar akan dijemput Bandara BIM. Pak Wagub juga sudah konfirmasi langsung. Ini bukan acara kecil. Ini milad tingkat wilayah, tapi nuansanya nasional,” tambah Ade sambil tersenyum.

Malam yang Lebih Spesial: Para Mantan Ketua PWPM Duduk Bersama

Tapi ada satu lagi kejutan yang tidak tertulis di undangan resmi. Untuk pertama kalinya sejak satu dekade terakhir, para Ketua PWPM Sumbar dari masa ke masa hadir semua.

Mereka adalah nama-nama yang dulu menjadi poros gerakan pemuda di ranah Minang: Amora Lubis, Amsir, Kijal Atri Tanjung, Marhadi Efendi, Taslim, Murisal, Muhayatul, dan Deri Rizal.

Satu per satu mereka akan memasuki ruang auditorium sekitar pukul 18.00 WIB, yang disambut hormat oleh kader muda yang sudah memenuhi kursi. Wajah-wajah itu sempat membuat suasana hening sejenak. Lalu pecah tepuk tangan meriah.

“Ini sejarah,” bisik seorang panitia senior di belakang panggung.

Ade Herdiwansyah sendiri mengaku tidak menyangka. “Mereka datang sengaja diundang secara khusus,  itu maknanya luar biasa. Pemuda Muhammadiyah Sumbar itu satu jiwa, dari masa ke masa.”

Rangkaian Acara: Mewah, Khidmat, dan Penuh Gagasan

Malam nanti, rangkaian acara berjalan sesuai jadwal awal: .19.30 – Pembukaan oleh MC dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
· 19.50 – Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Pemuda Muhammadiyah.
· 20.00 – Laporan Ketua Panitia yang menyebutkan bahwa peserta diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang, melebihi target.

· 20.15 – Sambutan Ketua PWPM Sumbar, Ade Herdiwansyah. Dalam sambutannya, Ade sempat menitipkan pesan: “Jadwal tidak berubah, tapi kita harus berubah. Milad ini harus jadi titik balik gerakan pemuda yang lebih mengakar.”
· 20.30 – Sambutan Dzulfikar Ahmad Tawalla (Ketua PP Pemuda Muhammadiyah). Dzulfikar akan datang langsung dari Jakarta.
· 21.00 – Sambutan Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, sekaligus pembukaan resmi Milad. Wagub menyampaikan apresiasi atas peran Pemuda Muhammadiyah dalam pembinaan generasi muda di Sumbar.
· 21.30 – Amanat PWM Sumatera Barat dari Dr. Bakhtiar, M.Ag.
· 22.00 – Resepsi Milad dan Dialog Kepemudaan yang dimoderatori Ade Herdiwansyah. Topiknya: “Peran Pemuda di Tengah Arus Politik Praktis Menjelang 2029.”

Sesi dialog menjadi momen paling cair. Para mantan ketua diminta naik ke panggung satu per satu.

“Malam nanti bukan sekadar resepsi Milad. Ini adalah kelas kepemimpinan yang tidak diajarkan di bangku kuliah,” kata Ade Herdiwansyah.

Penutup Malam: Kopi, Kenangan, dan Janji

Menjelang pukul 23.00, acara resmi ditutup dengan doa bersama. Namun para ketua masa ke masa belum ada yang pulang. Mereka malah ngobrol santai di area kafe dalam auditorium, ditemani kopi panas dan pisang goreng.

Besok pagi, rangkaian Milad masih berlanjut dengan Coffee Morning bersama Dzulfikar Ahmad Tawalla di Mercure Hotel (pukul 07.30 WIB). Namun malam ini, Padang menjadi saksi: tidak ada surat perubahan jadwal yang mampu menggoyahkan persaudaraan sejati.

“Sekali lagi, tidak ada perubahan jadwal. Milad tingkat wilayah ini adalah milik kita semua. Dari masa ke masa, kita tetap satu. Dan malam ini… kita buktikan,” pungkas Ade Herdiwansyah di akhir wawancara.

Related posts