MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana haru dan penuh semangat kebersamaan mewarnai resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 yang digelar di Aula Auditorium Gubernuran, Senin (11/5/2026). Di tengah gemuruh apresiasi atas perjalanan panjang organisasi pemuda terbesar itu, sosok anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Firman Arif, tampak tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Dengan mata berbinar, Firman yang juga merupakan kader Muhammadiyah sejak muda menegaskan bahwa dirinya merasa bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari proses pertumbuhan persyarikatan yang kini telah mengakar kuat untuk kemajuan Sumatera Barat.
“Selamat milad ke-94. Teruslah berkiprah dan mewarnai perjalanan bangsa, dari era penjajahan dulu hingga era digital sekarang ini,” ujarnya dengan penuh penghayatan di hadapan ratusan undangan yang hadir.
Namun, momen paling tak terduga datang ketika Firman secara khusus menyampaikan rasa senangnya karena berjumpa langsung dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Bukan sekadar ketum biasa, sosok pemuda tersebut kini telah bertransformasi menjadi kader bangsa yang duduk di kursi kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.
“Rasanya luar biasa. Melihat langsung bagaimana kader persyarikatan tumbuh menjadi pemimpin nasional. Ini bukti nyata bahwa Muhammadiyah melahirkan kader yang tak hanya hebat di organisasi, tapi juga di kursi kekuasaan untuk membangun negeri,” ungkap Firman dengan nada penuh kagum.
Dalam kesempatan yang hangat itu, Firman dan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah tampak akrab berbincang, mengenang perjuangan dakwah dan kebangsaan yang selama ini dijalankan bersama. Kehadiran tokoh kabinet tersebut pun menjadi magnet tersendiri, sekaligus penegas bahwa kiprah Pemuda Muhammadiyah tak pernah lekang oleh waktu – dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era digital dan pemerintahan modern.
Resepsi yang berlangsung khidmat namun meriah itu ditutup dengan pemotongan tumpeng, diikuti dengan harapan besar agar Pemuda Muhammadiyah terus menjadi garda terdepan dalam mencerahkan peradaban bangsa. Firman pun pulang dengan senyum lebar, membawa cerita tentang bagaimana kader Muhammadiyah kini benar-benar “bertumbuh dan mengakar” di mana-mana, termasuk di pusaran kekuasaan tertinggi negeri.






