Transformasi Pesantren KAUMAN Jadi Rujukan PDM Langkat dalam Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Pesantren KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang menjadi sorotan nasional setelah menerima kunjungan studi tiru dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (10/7). Rombongan sebanyak 29 orang dipimpin langsung oleh Ketua PDM Langkat, Abdi Sukamto, M.Si.

Kunjungan diawali dengan sesi motivasi yang disampaikan kepada lebih dari 300 santri baru. Dalam sambutannya, Sukamto menyampaikan apresiasi terhadap pilihan para santri menimba ilmu di lembaga yang kini dikenal sebagai salah satu model pengelolaan pesantren modern dalam jaringan Muhammadiyah.

“Kami datang untuk belajar langsung dari praktik terbaik dalam pengelolaan amal usaha, khususnya pesantren. KAUMAN telah menunjukkan lompatan transformasi yang layak menjadi referensi,” ujar Sukamto dalam pertemuan formal dengan jajaran pimpinan pesantren.

Ketua PDM Pabasko (Padang Panjang, Batipuh, Sepuluh Koto), Dr. Taufik Hidayat, MA.—yang juga alumnus pesantren tersebut—menyambut hangat kedatangan rombongan. “Ini bukan sekadar studi banding, tapi langkah strategis memperkuat sinergi antar daerah dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah,” kata Taufik, didampingi Sekretaris PDM Pabasko, Drs. Yandri Naga.

Dalam sesi ekspos, Mudir Pesantren KAUMAN, Dr. Derliana, MA., memaparkan proses transformasi lembaga dari bentuk awalnya sebagai Tabligh School hingga menjadi Kulliyatul Muballighien, lembaga kaderisasi ulama dan dai Muhammadiyah yang terus berkembang secara mandiri. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan, meskipun di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya.

“Kami terus melakukan terobosan, karena amanah dakwah tidak boleh berhenti. Kami juga mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah lain untuk beradaptasi dan tumbuh, apalagi saat ini pemerintah banyak diisi oleh kader Muhammadiyah,” tegas Derliana.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan kunjungan lapangan ke unit-unit usaha pesantren, termasuk observasi langsung terhadap model kewirausahaan yang mendukung kemandirian lembaga. Kunjungan ini sekaligus memperkuat posisi Pesantren KAUMAN sebagai laboratorium amal usaha pendidikan Muhammadiyah yang inspiratif secara nasional.

Related posts