Awasi Pelaksanaan Kegiatan, Walinagari Aia Manggih Lakukan Monitoring

  • Whatsapp

Pasaman, Minangkabaunews.com – Abdi Yusran Walinagari Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping bersama tim melakukan monitoring kegiatan fisik yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2023, Selasa (27/06).

Saat melakukan kegiatan ini Walinagari didampingi Bamus, LPMN, tim kecamatan, perangkat nagari, Babinkamtibmas, LSM dan jurnalis.

Abdi Yusran menyampaikan kegitan
yang ditinjau adalah pembuatan irigasi,yang merupakan permintaan dari masyarakat, karena kita telah lebih 2 tahun gagal panen dan untuk itu nagari membuat program tanam padi serentak.Tentunya dengan penanaman padi serentak ini masyarakat butuh air.

Sebelum melakukan tanam padi serentak tersebut, kami telah mencari permasalahan yang dihadapi kelompok tani yang awalnya tidak mau melakukan tanam padi serentak. Diantaranya masalah air dan pupuk.

Kalau masalah pupuk, kita telah panggil kios untuk kerjasama dan juga kerjasama dengan Bumnag untuk mengatasi masalah pupuk. Kalau masyarakat tidak ada uang Bumnag yang akan membayarkan, nanti setelah panen dibayar dengan padi.

Kemudian masalah air, kita melakukan rapat dengan kelompok tani untuk membahas air. Kelompok tani lah yang mengusulkan untuk menentukan titik – titik dimana bisa menambah bobot air.

” Jadi ada 6 titik atau irigasi yang diusulkan oleh kelompok tani untuk menambah bobot air, dengan itu pada tahun ini kita membuat sebanyak 6 titik dengan anggaran bermacam-macam”, ujar Abdi Yusran.

Disebutkan, Total anggaran untuk membuat irigasi pada 6 titik ini lebih kurang sebanyak 400 juta rupiah. Titik – titik nya ada di empat kampung yaitu Pilubang, Aia Dadok, Aia lansek dan Aia Manggih. Diantara 4 kampung tersebut ada yang 2 titik.

Abdi Yusran berharap dengan adanya irigasi ini masyarakat dapat melaksanakan penanaman padi serentak dan panennya juga serentak.

Selain itu Abdi Yusran juga menghimbau kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) agar pelaksanaan kegiatan ini tidak dimain – mainkan, karena anggaran ini tidak uang pribadi, ini adalah anggaran nagari, uangnya masyarakat.

Terakhir dikatakan Abdi Yusran, Tentunya sebelum melaksanakan kegiatan ini kami mengundang masyarakat setempat untuk mengelola kekuangan ini, supaya keuangan ini tidak keborosan dan tepat sasaran. Kami di nagari cukup mengawal dan mengawasi bagaimana pengelolaannya, untuk pekerjaanya kita serahkan kepada masyarakat setempat. (Verdi)

Related posts