Doa Membahana di Tengah Halal Bil Halal MUI: Buya Gusrizal Panjatkan Permohonan untuk Pejuang Palestina, Peserta Terdiam

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Suasana haru dan khusyuk menyelimuti Aula MUI Pusat, Jakarta, Kamis (16/4). Di tengah gelaran acara silaturahim nasional ormas Islam dan halal bil halal, seorang ulama kharismatik, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa yang juga Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, melantunkan doa yang menggetarkan hati seluruh peserta yang hadir.

Diawali dengan kalimat Alhamdulillah yang menggema, Buya Gusrizal memanjatkan pengakuan penuh kerendahan hati sebagai hamba. “Ya Allah, kami puji Engkau, lalu kami sanjung, dan kami bersyukur. Tidak ada daya untuk menghidupkan dan membatasi syukur dan sanjungan kami,” ucapnya dengan suara lirih namun penuh penghayatan.

Namun, suasana berubah menjadi tegang sekaligus haru ketika doa itu memasuki permohonan perlindungan dari berbagai keburukan hati. Buya Gusrizal dengan fasih memohon kepada Allah agar tidak menjadikan mereka seperti kaum munafik—yang tampak bersatu padahal hati mereka penuh permusuhan.

“Sesungguhnya perbuatan kaum munafik tercelah dalam firman-Mu. Kamu kira mereka bersatu, tetapi hati mereka bercerai-berai,” kutipnya merujuk pada makna ayat suci.

Puncak penghayatan terasa ketika sang buya dengan suara bergetar memanjatkan doa khusus untuk para pejuang di Palestina dan seluruh negeri Muslim.

“Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu kepada kami dan saudara-saudara kami para mujahid di Palestina dan di setiap negeri kaum Muslimin,” pintanya.

Doa yang mengalir deras itu kemudian menyentuh permohonan kontras: kemenangan untuk mereka yang berjihad di jalan Allah, dan sebaliknya—kehancuran total bagi mereka yang berbuat zalim.

“Jadikanlah kekalahan dan kehancuran senantiasa menemani mereka di setiap waktu dan tempat, Ya Jabbar, Ya Maha Perkasa, Ya Maha Pembalas,” tegas Buya Gusrizal, mengulang seruan “Ya Allah, mereka yang berjihad di jalan-Mu” berkali-kali hingga suaranya nyaris pecah.

Jamaah yang hadir tampak terdiam, sebagian menyeka air mata. Doa yang sarat akan nuansa tauhid dan kepasrahan itu ditutup dengan kalimat Alhamdulillah dan salam hangat Assalamualaikum Wr Wb.

Acara halal bil halal MUI Pusat yang berlangsung khidmat itu pun menjadi pengingat akan pentingnya persatuan umat di tengah berbagai ujian, serta kewajiban membela saudara-saudara yang tertindak di bumi para nabi.

“Jangan lupa,” pesan Buya di akhir, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap yang mendengar.

Related posts