MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Ada yang menarik dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) belakangan ini. Bukan sekadar wacana biasa, mereka serius ingin membawa Indonesia melompat jauh ke depan. Rahasianya? Dua kata kunci yang belakangan sedang naik daun: Kecerdasan Artifisial (AI) dan konektivitas 5G.
Dalam sebuah diskusi hangat di Jakarta, Rabu (29/4), Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, dengan penuh keyakinan mengungkapkan bahwa AI dan 5G adalah akselerator utama transformasi digital. “Bayangkan kalau keduanya terintegrasi. Akses ke teknologi terbarukan jadi lebih terbuka, dan inovasi sebagai solusi negara bisa lahir lebih mudah,” ujarnya.
Lho, kenapa harus berdua? Bukannya masing-masing sudah hebat? Menurut Wayan, 5G adalah fondasi. Tanpa 5G, berbagai teknologi canggih bakal jalan di tempat. Sejak 5G diperkenalkan, dunia sudah disuguhkan kecepatan super tinggi, latensi rendah, dan lahirnya inovasi seperti industri 4.0, layanan kesehatan digital, hingga kota pintar. Nah, di sinilah AI masuk sebagai otaknya. AI mampu mengolah lautan data yang mengalir deras berkat 5G, lalu mengubahnya menjadi keputusan cerdas, efisiensi kerja, dan solusi nyata.
“Maka dari itu,” lanjut Wayan, “Kemkomdigi bakal memberi porsi pembangunan yang lebih optimal buat kedua teknologi ini secara nasional.”
Apa saja langkah selanjutnya? Pemerintah berencana memperluas jangkauan 5G dengan menata ulang spektrum frekuensi agar internet cepat bisa dinikmati lebih merata. Lalu, mereka juga akan memperkuat tata kelola pusat data (data center) di Indonesia. “Pusat data sekarang bukan cuma tempat nyimpen data, tapi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama pengembangan AI,” tegasnya.
Tapi jangan lupa, jalan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya soal infrastruktur. Kemkomdigi juga gencar menyiapkan sumber daya manusia unggul. Targetnya bukan sekadar generasi yang bisa pakai teknologi, tapi generasi yang mampu menciptakan inovasi di bidang AI, data, dan jaringan digital.
“Kami terus dorong program pengembangan talenta digital lewat pelatihan, reskilling, dan kolaborasi dengan industri dan institusi pendidikan. Target kita jelas: Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga produsen inovasi digital yang kompetitif di tingkat global,” tutup Wayan optimistis.
Bayangkan, kalau semua langkah ini berhasil, Indonesia bukan lagi sekadar pasar digital raksasa. Kita akan jadi pemain utama di panggung ekosistem digital global. Selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045: negara maju dengan ekonomi kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Siap-siap melompat, Indonesia!. (ANTARA)






