MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Detik-detik pergantian tahun baru Islam 1448 Hijriah menjadi momen yang tak dilewatkan begitu saja oleh Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat (Polita Sumbar), Ns. Jeki Refialdinata, M.Kep. Di hadapan para mahasiswanya, ia melontarkan pesan yang menggetarkan: jadikan tahun baru ini sebagai titik balik, bukan sekadar seremoni pergantian kalender.
Dengan nada penuh harap, Jeki mengajak seluruh mahasiswa untuk berhenti sejenak, merenung, lalu melompat lebih jauh ke depan.
“Tahun baru Islam ini adalah kesempatan emas untuk refleksi diri, memperkuat iman, dan meneguhkan semangat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan mantap di Padang, Senin.
Ia tak ingin peringatan tahun baru Islam hanya berlalu seperti angin lalu. Baginya, momen ini adalah panggilan untuk bertransformasi—memperbaiki diri secara spiritual sekaligus intelektual. Bukan sekadar berganti pakaian atau mengganti resolusi, melainkan mengganti kebiasaan lama yang menghambat.
Yang paling menarik, Jeki menegaskan bahwa hijrah sejati bukan berarti pindah kota atau berganti komunitas. Hijrah, kata dia, dimulai dari hal-hal kecil: dari malas menjadi rajin, dari lalai menjadi disiplin, dari karakter buruk menuju pribadi yang lebih positif.
“Tahun baru Islam adalah waktu yang tepat untuk berhijrah — dari buruk menjadi baik, dari lalai menjadi lebih bersemangat dalam menuntut ilmu,” tegasnya mengakhiri pesan moral yang menggugah.
Para mahasiswa pun diharapkan tak hanya mendengar, tapi bergerak. Karena menurut sang direktur, perubahan besar selalu berawal dari tekad kecil yang dihidupkan di momen-momen istimewa seperti ini. Selamat berhijrah!






