Dua Tokoh Muhammadiyah Berpulang dalam Waktu Berdekatan: Yuliasman Khas dan Adi Bermasa Meninggalkan Warisan Keteladanan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah di Sumatra Barat. Dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, dua sosok tokoh dan kader persyarikatan berpulang ke rahmatullah, meninggalkan kenangan pengabdian yang panjang serta pemikiran-pemikiran yang menjadi teladan bagi generasi penerus.

Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 13.00 WIB, Drs. Yuliasman Khas, MA mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Sungai Tarab. Usianya 70 tahun. Almarhum dikenal sebagai Penasihat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar untuk periode 2022-2027. Sebelumnya, ia pernah duduk seayun selangkah sebagai pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar periode 2015-2022, dan juga mengabdi pada 2005-2010.

Lewat untaian kata yang disampaikan warga Muhammadiyah setempat, almarhum digambarkan sebagai pemimpin ahlul hikmah yang energik dan visioner. Ia mampu menarik gerbong persyarikan dengan loyalitas serta dedikasi optimal demi kemajuan umat di nagari-nagari. “Pemikiran dan pengabdiannya kiranya menjadi warisan-teladan utama bagi generasi yang patah tumbuh, hilang berganti,” demikian kutipan renungan dari keluarga besar Muhammadiyah Tanah Datar.

Di mata mereka, almarhum bukan hanya tokoh organisasi, tetapi juga penasihat yang bijak bagi Luhak Nan Tuo, wilayah klasik Minangkabau. Doa dan penghormatan terus mengalir, semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi-Nya dalam jannatun na’im.

Hanya sehari berselang, Minggu (14/6/2026) ba’da Maghrib, kabar duka kembali datang. Adi Bermasa, wartawan senior, tokoh dan sesepuh Muhammadiyah Koto Tangah, dinyatakan berpulang. Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Shofwan Karim Elhussein dalam ungkapan duka cita yang menyentuh. Atas nama pimpinan, seluruh warga, dan simpatisan Muhammadiyah Koto Tangah, Buya Shofwan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.

“Semoga almarhum Husnul khatimah saat sakaratul mautnya, diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan dikaruniai pahala kesabaran, aamiin,” tulis Buya Shofwan dalam pernyataannya.

Jenazah Adi Bermasa disemayamkan di rumah duka, Jalan Aster, dan rencananya akan diberangkatkan ke kampung halaman di Payakumbuh ba’da subuh esok pagi. Di Payakumbuh, almarhum akan dimakamkan secara keluarga, melepas seorang anak nagari yang telah lama mengabdi melalui pena dan pengabdian keagamaan.

Dua tokoh, dua medan perjuangan berbeda, namun satu nafas: Muhammadiyah. Yuliasman Khas lebih banyak bekerja dari balik panggung kebijakan daerah dan wilayah, merumuskan langkah persyarikan di ranah Minang. Adi Bermasa, dengan latar jurnalistiknya, ikut membangun kesadaran umat lewat tulisan dan keterlibatan langsung di komunitas.

Kini keduanya telah berpulang. Tersisa doa dan amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah mengumpulkan mereka bersama para ulama dan orang-orang saleh, menjadi penghuni jannatun na’im.

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Related posts