MINANGKABAUNEWS.com, AGAM — Suasana Lebaran di Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, terasa lebih hangat dan istimewa, Kamis (26/3/2026). Ribuan perantau yang tersebar dari berbagai daerah kembali menyatu dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Mereka tak hanya pulang untuk bersilaturahmi biasa, tetapi juga hadir dalam gelaran akbar Pulang Basamo Magek Saondoh 2026 yang menjadi momen rekatkan ikatan antara ranah dan rantau.
Di tengah hiruk-pikuk kunjungan Lebaran itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menyapa warganya. Kehadirannya bukan sekadar seremonial. Dalam perhelatan yang mengusung tema “Satu Hati Membangun Nagari” itu, ia menyampaikan sebuah pesan mendalam: bahwa perantau adalah ujung tombak perubahan bagi kampung halaman.
“Tradisi merantau telah membentuk kita menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Jangan pernah putus asa, dan jangan pernah lupa pada kampung halaman. Mari kita bangun Magek bersama-sama,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya, disambut riuh warga yang memadati lokasi acara.
Ia mengapresiasi semangat luar biasa dari para perantau Magek yang tak hanya pulang untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa gagasan dan kontribusi nyata. Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat setempat dan para perantau adalah kunci utama untuk memajukan nagari.
Momentum Pulang Basamo kali ini juga diisi dengan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Gubernur tak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Ia melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama yang akan menjadi pusat pembinaan generasi muda di Nagari Magek.
Tak berhenti di situ, sebagai wujud dukungan nyata, Mahyeldi menyerahkan bantuan 750 bibit matoa unggul untuk digerakkan dalam aksi Magek Mananam. Bibit-bibit ini diharapkan tak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga menjadi investasi ekonomi jangka panjang bagi warga. Tak lupa, 100 sak semen pun diserahkan untuk percepatan pembangunan Asrama Putra Islamic Center Magek.
“Inisiatif menanam ini sangat luar biasa. Masih banyak lahan di Magek yang bisa kita optimalkan. Mari kita jadikan lingkungan ini hijau, produktif, dan berkah untuk anak cucu kita,” ajaknya.
Warga yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari jalan santai bersama hingga aksi menanam simbolis yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan para perantau. Acara yang sarat makna ini pun menjadi bukti bahwa meski jauh di perantauan, hati mereka tetap satu untuk membangun kampung halaman tercinta.






