MIMANGKABAUNEWS, SALAYO — Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, menghadiri kegiatan Pawai Khatam Al-Qur’an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026 yang digelar di Masjid Raya Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Minggu (14/6). Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Khatam Al-Qur’an Kita Wujudkan Generasi yang Cinta Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai peserta khatam Al-Qur’an dan wisuda RA yang mengelilingi Nagari Selayo. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur pawai sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua Pelaksana, Mora Rifando, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur’an tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-38 dan telah berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12 hingga 14 Juni 2026, dengan puncak acara dilaksanakan pada hari Minggu.
Ia mengapresiasi seluruh panitia, masyarakat, perantau, serta para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Sementara itu, Bupati Solok dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir bersama masyarakat Nagari Selayo pada momentum yang penuh makna tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur’an bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter dan mempersiapkan generasi penerus yang berakhlak mulia.
”Melalui kegiatan ini kita sedang mempersiapkan generasi-generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan di masa depan. Anak-anak yang hari ini dikhatam dan diwisuda merupakan aset daerah yang harus kita bina bersama agar tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berkarakter,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, suksesnya pelaksanaan Khatam Al-Qur’an ke-38 merupakan bukti kuatnya sinergi antara masyarakat ranah dan rantau dalam menjaga tradisi keagamaan dan membina generasi muda.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini. Semangat persatuan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
”Tidak ada jalan lain selain kita bersatu dan bergandengan tangan untuk mewujudkan harapan masyarakat. Generasi yang hari ini kita kukuhkan adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan dan pembangunan Kabupaten Solok di masa yang akan datang,” tambahnya.***
Bupati Solok Hadiri Pawai Khatam Al-Qur’an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026 di Nagari Selayo






