Bupati Pessel: Retret Bukan Liburan, Tapi Tempaan Mental dan Disiplin Pemimpin Nagari

  • Whatsapp

PAINAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan secara resmi melepas peserta Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang akan berlangsung selama enam hari tersebut diikuti oleh sebanyak 86 wali nagari dari berbagai wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Acara pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Polres Pesisir Selatan, Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, dan Kodim 0311/Pesisir Selatan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Selatan menegaskan bahwa tujuan utama retret ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai upaya peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan nagari, pembinaan mental, serta penyelarasan visi pembangunan daerah dengan pembangunan di tingkat nagari.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila pemerintah kabupaten dan pemerintah nagari memiliki arah kebijakan yang berbeda.

 

“Tujuan utama kegiatan retret ini adalah peningkatan kapasitas, pembinaan mental, dan penyelarasan visi pembangunan daerah dengan nagari. Jangan sampai visi, misi, program, dan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan Pemerintah Nagari berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

 

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar memahami esensi dari kegiatan retret yang sesungguhnya. Ia menegaskan bahwa retret bukanlah kegiatan rekreasi ataupun liburan, melainkan instrumen penting untuk membangun kembali energi, kedisiplinan, dan mentalitas kepemimpinan para wali nagari.

 

“Retret ini bukan ajang rekreasi atau liburan. Ini adalah wadah untuk mengisi ulang energi, mental, dan kedisiplinan. Wali nagari adalah ujung tombak pelayanan publik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

 

Pada pelaksanaan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkolaborasi dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Baso. Melalui kerja sama tersebut, para peserta akan mendapatkan berbagai materi penting terkait kepamongprajaan, tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, hingga manajemen konflik di tingkat nagari.

 

Bupati berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan nagari.

 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memahami konsep kepemimpinan yang melayani. Menurutnya, setelah mengikuti retret, setiap wali nagari harus kembali ke daerah masing-masing dengan semangat pengabdian yang lebih kuat.

 

“Pulanglah nanti dengan mentalitas melayani, bukan ingin dilayani. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan nagari. Dengan besarnya dana nagari yang saat ini dikelola, para wali nagari harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap regulasi agar terhindar dari persoalan hukum.

 

“Perkuat pemahaman terhadap aturan dan regulasi yang berkaitan dengan nagari. Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pesannya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan retret sebagai ruang membangun kebersamaan, bertukar pengalaman, dan memperkuat koordinasi antarnagari. Ia menilai sinergi dan komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

 

Para peserta juga diminta menjaga sikap, etika, integritas, serta nama baik Kabupaten Pesisir Selatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Disiplin dalam mengikuti instruksi pelatih dan menjaga kesehatan fisik maupun mental menjadi hal yang turut ditekankan.

 

“Jaga sikap, etika, dan integritas selama berada di lokasi retret. Ikuti seluruh arahan instruktur dengan disiplin tinggi dan tetap jaga kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik,” ujarnya.

 

Menariknya, Bupati mengungkapkan bahwa program retret tidak hanya diperuntukkan bagi wali nagari. Setelah kegiatan ini selesai, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga akan mengikuti kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas aparatur pemerintahan daerah.

 

“Retret ini tidak hanya untuk wali nagari. Besoknya kepala dinas dan pejabat terkait juga akan mengikuti kegiatan yang sama. Tujuannya agar semangat perubahan, disiplin, dan penyelarasan visi pembangunan dapat terbangun di seluruh tingkatan pemerintahan,” ungkapnya.

 

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mendoakan agar seluruh peserta dapat mengikuti retret dengan lancar dan kembali membawa perubahan positif bagi masyarakat di nagari masing-masing.

 

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati secara resmi melepas peserta Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026.

 

“Peserta Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026, secara resmi saya nyatakan dilepas,” tutupnya. (Ronal)

Related posts