Pengurus PMI Pesisir Selatan 2025–2030 Dilantik, Risnaldi Ibrahim Pimpin Organisasi Kemanusiaan

  • Whatsapp

PESISIR SELATAN — Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Rabu. Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua PMI Sumatera Barat Dr. Aristo Munandar Datuak Bandaro Kayo, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Ketua TP-PKK Hj. Lisda Hendrajoni, Wakil Bupati Dr. H. Risnaldi Ibrahim, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, serta tamu undangan lainnya.

 

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PMI Pesisir Selatan dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran kemanusiaan di tengah masyarakat. Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap eksistensi PMI sebagai mitra strategis pemerintah.

 

Ketua panitia pelaksana, Riko Leonardo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan sesuai aturan PMI. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi awal penyatuan langkah pengurus baru dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

 

Menurutnya, keselarasan gerak dan koordinasi antarbidang menjadi faktor penting agar PMI mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat dan kebencanaan.

 

Dalam susunan kepengurusan PMI Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025–2030, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bertindak sebagai pelindung organisasi. Sementara Dewan Kehormatan dipimpin Darmansyah dan kepengurusan harian diketuai Dr. H. Risnaldi Ibrahim.

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Sumatera Barat Dr. Aristo Munandar Datuak Bandaro Kayo. Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar pengurus, serta penyerahan bendera pataka PMI kepada ketua pengurus yang baru.

 

Dalam sambutannya, Aristo Munandar mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PMI Pesisir Selatan semakin aktif dan profesional dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

 

Ia menjelaskan bahwa PMI memiliki delapan tugas pokok yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Salah satu tugas yang sangat penting, kata dia, adalah pelayanan donor darah dan penyediaan stok darah yang memadai bagi masyarakat.

 

Menurut Aristo, kebutuhan darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan terus meningkat, sehingga PMI harus mampu memastikan ketersediaan darah dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya.

 

“PMI merupakan mitra pemerintah di bidang kemanusiaan. Kami berharap PMI Pesisir Selatan dapat menjadi yang terbaik di Sumatera Barat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua PMI Pesisir Selatan yang baru dilantik, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, menegaskan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang bekerja secara sukarela tanpa pamrih. Karena itu, seluruh pengurus diminta bekerja dengan penuh ketulusan dan rasa tanggung jawab.

 

Ia mengatakan amanah yang diberikan kepada pengurus bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam setiap program PMI.

“PMI hadir murni untuk kemanusiaan. Karena itu, saya berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan ikhlas demi masyarakat,” kata Risnaldi Ibrahim.

 

Risnaldi juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan PMI di seluruh wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah memperkuat kesiapsiagaan relawan dan pelayanan donor darah.

 

Di sisi lain, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menekankan pentingnya keberadaan PMI di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi seperti Pesisir Selatan. Menurutnya, PMI harus mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah.

 

Hendrajoni menyebut pemerintah daerah akan terus mendukung program-program PMI, termasuk penguatan kapasitas relawan serta pengembangan Unit Transfusi Darah (UTD) agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal.

 

“Pesisir Selatan merupakan daerah rawan bencana. Karena itu PMI memiliki peran strategis dan harus menjadi garda terdepan dalam penanganan kebencanaan,” tegas Hendrajoni.

 

Acara pelantikan dan orientasi pengurus PMI Kabupaten Pesisir Selatan masa bakti 2025–2030 berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan sebagai simbol dimulainya pengabdian baru PMI untuk masyarakat Pesisir Selatan.

Related posts