MINANGKABAUNEWS.com, ARTIKEL — Suasana haru sekaligus penuh semangat kebersamaan menyelimuti aula BKOM dan Pelkes, 11–12 Juli 2026. Di tempat inilah sejarah baru kepemimpinan ulama Ranah Minang ditorehkan melalui Musyawarah Daerah (MUSDA) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat.
Sejak Sabtu siang, para ulama, kyai, cendekiawan, dan tokoh masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar telah memadati ruang musyawarah. Forum tertinggi MUI tingkat provinsi ini bukan sekadar agenda rutin pergantian pengurus. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk merekatkan ukhuwah, menyatukan visi, dan merumuskan peta jalan pengabdian para ulama di tengah perubahan zaman yang kian kompleks.
Dengan mengusung tema besar “Ulama Bersatu, Umat Kuat”, seluruh peserta MUSDA XI menunjukkan kedewasaan organisasi yang patut dicontoh. Tak ada gesekan berarti, tak ada kepentingan sempit yang mengemuka. Yang terasa hanyalah hawa dingin musyawarah khas Minang—penuh tata krama, saling mendengar, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.
Melalui mekanisme yang telah diatur dalam Pedoman Organisasi dan Anggaran Rumah Tangga (PO/PRT) MUI, tim formatur akhirnya menetapkan satu nama secara aklamasi: Buya Dr. Zulkarnaini, M.A. , resmi terpilih sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Barat untuk masa khidmat 2026–2031.
Nama Buya Zulkarnaini bukanlah asing di kalangan ulama Sumbar. Dikenal sebagai intelektual yang rendah hati, beliau dipercaya mampu meneruskan estafet kepemimpinan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi sekaligus membuka diri pada tantangan kekinian. Keputusan aklamasi ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan benar-benar hidup di tubuh MUI.
Di tengah prosesi pergantian, rasa hormat dan terima kasih mengalir deras untuk Buya Dr. Gusrizal Gazahar, Lc. ,M.Ag sosok yang selama ini dengan setia mengemudikan bahtera MUI Sumbar. Di bawah kepemimpinannya, MUI tak hanya menjadi lembaga fatwa, tetapi juga menjadi benteng moral yang vokal dalam membela umat, serta garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di Ranah Minang.
Rekam jejak pengabdian Buya Gusrizal telah meninggalkan banyak pelajaran berharga. Ketegasan dalam prinsip, kelembutan dalam berdakwah, dan kedekatannya dengan semua elemen masyarakat menjadi warisan kepemimpinan yang tak ternilai. MUI Sumbar hari ini berdiri kokoh karena pondasi yang beliau bangun selama bertahun-tahun.
Setiap pemimpin memiliki corak dan gayanya sendiri. Ada yang vokal di panggung publik, ada pula yang lebih banyak bekerja di balik layar. Ada yang pendekatannya struktural, ada yang kultural. Namun para ulama sepakat: perbedaan itu bukanlah tembok pemisah, melainkan warna-warni dalam khazanah kepemimpinan.
Baik Buya Gusrizal maupun Buya Zulkarnaini memiliki tujuan yang sama—yakni menghadirkan kemaslahatan bagi umat, menjaga kemurnian akidah, memperkuat persatuan di tengah arus perpecahan, serta menjadi lentera penuntun di tengah gelapnya tantangan moral, politik, dan sosial yang terus bergulir.
“Perbedaan gaya bukanlah penghalang, melainkan kekayaan,” demikian pesan yang mengemuka dalam forum. Ini bukan sekadar basa-basi, tetapi cerminan kedewasaan berpikir para ulama Minang yang memahami bahwa kebersamaan lebih utama daripada ego sektoral.
Kepada Buya Dr. Zulkarnaini, M.A. , seluruh peserta musyawarah menitipkan doa dan harapan besar. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan yang prima, kekuatan lahir batin, keluasan ilmu yang bermanfaat, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta keikhlasan yang tulus dalam mengabdi.
Di bawah kepemimpinan beliau, MUI Sumatera Barat diharapkan semakin kokoh berperan sebagai “rumah besar umat”—tempat semua anak bangsa, terutama umat Islam, merasa dilindungi, dibimbing, dan diperjuangkan hak-haknya. Ukhuwah Islamiyah harus terus dipererat, tidak hanya di kalangan ulama, tetapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai penutup, satu pesan yang menggema di ruang aula BKOM dan Pelkes Padang: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Ulama bersatu, umat pun akan semakin kuat.”
Doa dan harapan seluruh hadirin mengalun dalam satu kalimat: Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. Kini saatnya bekerja. Kini saatnya bergerak. MUI Sumbar di era baru, dengan semangat baru, untuk kemaslahatan umat yang lebih luas.
Tentang MUI Sumatera Barat:
MUI Sumbar adalah lembaga yang menaungi para ulama dan cendekiawan muslim di Provinsi Sumatera Barat, berperan dalam pembinaan umat, penetapan fatwa, serta penguatan kehidupan beragama yang moderat dan harmonis di Ranah Minang.
Oleh : Drs. H. Nurman Agus

