MINANGKABAUNEWS.COM, PESISIR SELATAN – Ditengah berbagai kesibukan memimpin lembaga besar GKPM Ephorus Pendeta Binsar Parlindungan Sababalat S.Th menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan pastoral ke Lunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.
Setelah menempuh perjalanan dari kota Padang selama 9 jam, pada Minggu 12 Juli 2026 Pendeta Binsar Parlindungan Sababalat S.Th langsung memimpin jalannya Ibadah Raya Minggu di lokasi PT. Incasi Raya Silaut.
Ibadah dilakukan ditempat yang sederhana diteras camp pekerja karena belum ada tempat ibadah yang memadai di lokasi tersebut. Tempat ibadah sangat sempit dengan ukuran 3×12 meter yang ditutup dengan terpal.
Para jemaat yang merupakan pekerja perusahaan dan keluarga sangat antusias dan bahagia, karena ibadah dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi GKPM. Ibadah berlangsung dengan baik dan hikmat.

Ephorus GKPM Pdt Binsar Parlindungan Sababalat mengatakan, Jemaat Silungkang Silaut adalah masyarakat Mentawai asli yang merantau mengadu nasib ke berbagai daerah untuk mencari sumber penghidupan yang lebih layak, salah satunya menjadi pekerja di perusahaan sawit sebagai pemanen buah.
Dikatakannya, jumlah warga Mentawai di lokasi yang dikunjungi oleh Ephorus GKPM lebih kurang sekitar 500 KK. Merupakan jumlah yang cukup banyak untuk membentuk komunitas Mentawai di lokasi tersebut.
“Saat kita berkunjung warga Mentawai yang tinggal dibeberapa camp sederhana yang tersebar di beberapa lokasi dalam wilayah perkebunan merasa senang dan bahagia apalagi dalam ibadah berlangsung”, tutur Ephorus.
Mengutip dalam penjabaran khotbah Ephorus GKPM menyampaikan pesan agar warga GKPM yang berada dilokasi tersebut tetap menjaga persatuan, saling menolong dan saling mengingatkan hal yang baik yang berkenan kepada Tuhan.
Masyarakat atau jemaat yang berada dilokasi perusahaan sawit agar terus menjaga tingkah laku sehingga nama Mentawai tidak tercemar. Ditengah kesusahan dan merindukan kampung halaman harus memiliki kesabaran dan terus berserah kepada Tuhan Yesus.
Pendeta Binsar Parlindungan Sababalat S.Th menyatakan bahwa telah lama ingin mengunjungi warga Mentawai di Lunang Silaut khususnya umat GKPM. Dalam upaya memperoleh penghidupan yang lebih layak diperantauan, warga perlu mendapat penguatan dari para tokoh sehingga memiliki daya juang yang tinggi dan kesabaran dalam menghadapi tantangan.
Tarmin salah seorang warga Mentawai yang juga menjabat sebagai Pimpinan Jemaat (Paneinei) mengatakan, sangat bahagia dikunjungi oleh pimpinan tertinggi GKPM. Kunjungan Ephorus sudah lama dinantikan oleh warga sebagai tanda perhatian dari GKPM, ungkapnya.
Tarmin menceritakan bahwa ibadah bagi warga GKPM di Lunag Silaut mulai dilaksanakan pada tahun 2024. Jemaat GKPM di Lunang Silaut merupakan Pos Pelayanan dari GKPM Jemaat Mandiri Padang yang dilayani oleh Pendeta Bilman Simanjuntak, S.Th. Pelayanan Pendeta kepada jemaat di Lunang Silaut berlangsung dengan baik berupa Pernikahan, Baptisan dan Perjamuan kudus.
Warga GKPM di Luang Silaut sangat berharap agar perusahaan dapat meberikan fasilitas tempat ibadah yang lebih layak.
Pada acara makan bersama setelah ibadah, warga Mentawai menyampaikan harapan melalui Ephorus GKPM agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengundang investor untuk membuka perkebunan sawit di Mentawai.
Penghasilan sebagai buruh pemanen buah sawit saja sudah cukup menjanjikan, apalagi bila masyarakat memiliki kebun sawit sendiri di Mentawai, pasti penghasilan yang diperoleh akan berlipat ganda. Warga Mentawai di lunang silaut optimis bahwa keberadaan perkebunan sawit di Mentawai akan mengangkat derajat hidup masyarakat Mentawai.
Mereka siap menjadi pekerja dan Mandor karena telah memiliki keterampilan dari mulai penanaman sampai panen. Para pekerja menampik isu bahwa perkebunan sawit akan membuat tanah menjadi kering. Sementara kenyataannya tidak demikian.
“Bila hujan datang camp kami ini kebanjran”, pungkas Tarmin.
Dijelaskan Tarmin, Countur tanah di Mentawai didominasi perbukitan, teknik penanaman dapat dilakukan dengan model spiral, sehingga memudahkan akses dan juga berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak longsor.
Warga Mentawai juga sangat berharap Bupati Kepulauan Mentawai datang mengunjungi ke Lunang Silaut, sehingga warga dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.
Disamping itu warga GKPM berharap agar Bupati Kepulauan Mentawai dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Pesisir Selatan serta pihak perusahaan agar umat kristen khususnya jemaat GKPM memperoleh fasilitas tempat ibadah yang memadai serta memperoleh perbaikan kesejahteraan dari pihak perusahaan. (Tirman)






