Febri Yulika Usung Visi ISI Padang Panjang Sebagai Pusat Peradaban Seni dan Kebudayaan Melayu Nusantara

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Calon Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Febri Yunika, memaparkan visi, misi, dan program kerja untuk masa jabatan 2026–2030.Lantai 3 Diktorat Isi Padangpanjang Kamis (16/7/2026).

Dalam penyampaian resmi yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan live streaming.
Di hadapan para tamu undangan, perwakilan berbagai instansi, sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta masyarakat yang mengikuti secara daring.

Read More

Febri Yunika menyampaikan komitmennya untuk membawa ISI Padangpanjang menjadi pusat peradaban seni dan kebudayaan Melayu Nusantara yang berakar pada tradisi, namun mampu berkarya untuk dunia.

Menurutnya, transformasi kampus menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan global, nasional, dan institusional. Ia menilai revolusi digital telah mengubah lanskap seni dan budaya dunia, sementara persaingan antar perguruan tinggi semakin kompetitif di tingkat internasional.

Di sisi lain, industri kreatif dinilai menjadi sektor ekonomi masa depan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Pada tingkat nasional, Febri menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan berkarakter budaya.

Selain itu, kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi seni untuk menghadirkan inovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai calon petahana yang maju untuk periode kedua, Febri mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu ditingkatkan, seperti penguatan mutu akademik, reputasi internasional, optimalisasi riset dan karya seni, pemanfaatan potensi perguruan tinggi berbadan layanan, serta percepatan revitalisasi tata kelola dan layanan pendidikan.

Ia meyakini ISI Padangpanjang memiliki modal besar berupa kekayaan budaya Minangkabau dan Melayu Nusantara, sumber daya akademik dan seniman, serta jaringan kerja sama nasional maupun internasional yang dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan daya saing kampus di tingkat global.

Dalam kepemimpinannya, Febri menegaskan akan mengedepankan nilai-nilai integritas, profesionalitas, kolaborasi, inovasi, pelayanan, dan keteladanan.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun kampus secara bersama-sama melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi.

“ISI Padangpanjang telah memiliki fondasi yang kuat.

Tantangan ke depan membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu mengelola institusi, tetapi juga menginspirasi perubahan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, ujarnya.

Melalui visi tersebut, Febri Yunika berharap ISI Padangpanjang semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang unggul dan berdaya saing internasional, sekaligus menjadi pusat pengembangan seni dan kebudayaan Melayu Nusantara. (Edi Fatra).

Related posts