Gila! Rp6 Triliun Berputar Sebulan di Jabar Cuma dari Makan Gratis, Ekonomi Lokal Langsung Ngegas?

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Bayangkan, setiap bulan ada uang segunung Rp6 triliun yang berputar di masyarakat Jawa Barat. Sumbernya bukan dari proyek raksasa atau investor asing, tapi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, baru saja membocorkan fakta mencengangkan. Di Jabar saja, sudah berdiri 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dan dari ribuan titik itulah, duit mengalir deras ke kantong petani, nelayan, hingga pedagang kecil.

“Kurang lebih Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini,” ujar Dadan dengan tegas di Jakarta, Rabu (29/4).

Desain program ini memang sengaja dibuat beda. Anggaran tidak mengendap di pusat, tapi langsung disalurkan ke setiap SPPG melalui virtual account. Hasilnya? Dari total pagu Rp268 triliun, hampir semuanya—sekitar Rp248–249 triliun—turun ke akar rumput dan dibelanjakan di pasar-pasar lokal.

Coba bayangkan skala per SPPG: masing-masing unit mengelola dana hingga Rp1 miliar per bulan. Sebanyak 70 persen dari angka itu khusus untuk membeli bahan baku pangan. Dan yang lebih menggembirakan, 95 persen dari bahan baku tersebut adalah produk pertanian, peternakan, dan perikanan dari warga sekitar.

“Artinya, MBG ini identik dengan kemandirian pangan lokal. Hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah,” tambah Dadan.

Aliran dana superbesar ini ternyata sudah mulai terasa efek berantainya. Permintaan komoditas pertanian meroket, harga produk jadi lebih stabil, dan para petani serta pelaku UMKM kebanjiran order. Bahkan, dampaknya sudah menyentuh indikator sosial-ekonomi.

“Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” tutup Dadan optimistis.

Jadi, tidak hanya perut kenyang, program ini juga nyata-nyata menggerakkan roda ekonomi dari bawah. Luar biasa, bukan?

Related posts