Minangkabaunews.con, Padang Pariaman – Isu penggerebekan salah seorang Kepala Dinas di Padang Pariaman akhirnya mendapat titik terang. Hal ini setelah dua tokoh masyarkat di tempat tinggal kepala dinas tersebut. Yakni Kepala Dusun Pasa Hilalang, Desa Taluak, Kota Pariaman dan ketua pemuda setempat. Keduanya menyampaikan klarifikasi kepada awak media dalam jumpa pers di salah satu kafe di Nagari Gadua, Kecamatan Anam Lingkuang, Selasa (4/8/2026).
“Jadi tidak pernah ada yang namanya penggerebekan di rumah salah seorang warga kami itu,” tegas Dodi Borman selaku kepala dusun setempat dalam jumpa pers itu.
Dodi juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi pada malam itu. Namun, ia mengetahui isu penggerebekan dari media sosial saja. “Sedangkan saya tanya ke ketua pemuda, tidak ada penggerebekan. Saat itu ketua pemuda hanya memperingati terkait batas jam bertamu kepada warga itu. Hanya itu saja, tidak ada gaduh apa pun,” sambung Dodi didampingi Akhir selaku ketua pemuda.
Akhir pun membenarkan. Ia bahkan mengaku heran kenapa sampai berkembang isu penggerebekan. Padahal, ia sama sekali tidak melakukan penggerebekan. “Malam itu saya dan dua pemuda datang ke rumah warga itu hanya memberitahukan. Bukan melakukan penggerebekan. Dan warga itu memahaminya lalu meminta tamunya pulang,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemberitahuan itu disampaikannya lantaran ada warga yang melapor bahwa di rumah warganya itu ada pria yang yang bertamu. Sedangkan hari sudah larut malam. “Saat saya datang, laki-laki itu berada di rumah tamu. Ternyata laki-laki itu sopirnya. Saya tidak tahu apakah dia bertamu, atau memang sepulang dari luar mengantarkan majikannya itu. Sebab dia sopirnya,” ulas Akhir.
Kendati begitu, bagi Akhir jumpa pers terpaksa ia lakukan lantaran sudah berkembangnya isu liar di media sosial. Hal itu sangat disayangkannya lantaran membuat gaduh masyarakat di lingkungannya. “Di tempat kami suasana tenang-tenang saja. Kenapa justru kondisi di luar yang gaduh. Padahal, kami yang tahu bagaimana faktanya,” ulasnya.
Untuk itu, Akhir berharap kepada awak media agar membantu menyampaikan apa yang dia jelaskan kepada publik. Sebab, secara sosial dia merasa disalahkan lantaran merebaknya isu miring menyangkut warganya yang tak lain salah seorang pejabat di Padang Pariaman.
“Kalau sampai ke hukum pun, saya tetap siap bersaksi tidak ada terjadi apa-apa pada warga kami itu. Memang, kesalahannya saat itu ada tamu lewat jam malam. Tapi itu kan sopirnya. Kita tidak dapat memastikan ia bertamu atau singgah sejenak sepulang mengantar atasannya bekerja,” tukasnya. (*)






