MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG — Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula. Hal ini menjadi bahasan dalam podcast Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, Ny Maria Feronika Hendri bersama Papiku Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Panjang, Senin (12/10/2026).
Mengangkat tema “Tunas Bangsa, Suara Muda: Pramuka Kawal Demokrasi”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya partisipasi dalam demokrasi, penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab, serta kemampuan memilah informasi yang benar di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam perbincangan tersebut, Maria menegaskan Gerakan Pramuka tidak hanya berperan membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menanamkan kesadaran sebagai warga negara yang memahami hak dan kewajibannya.
Menurutnya, anggota Pramuka terutama golongan Penegak dan Pandega yang berada pada usia pemilih muda, perlu memiliki pemahaman yang baik tentang proses demokrasi. Dengan demikian, mereka dapat menentukan pilihan secara mandiri berdasarkan hati nurani dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Anggota Pramuka harus menjadi generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan hanya ikut-ikutan dalam menentukan pilihan, tetapi kenali calon pemimpin, pahami programnya, dan telusuri rekam jejaknya melalui informasi yang dapat dipercaya,” ujarnya.
Selain mendorong partisipasi pemilih pemula, podcast ini juga mengulas peran anggota Pramuka sebagai agen edukasi demokrasi di lingkungan sekolah, keluarga, gugus depan, dan masyarakat.
Melalui peran tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu membantu menyebarluaskan informasi kepemiluan yang akurat, mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan pilihan politik.
Nilai-nilai kepramukaan, seperti kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan cinta tanah air, dinilai sejalan dengan upaya membangun kehidupan demokrasi yang santun, jujur, dan bermartabat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan KPU dalam memperluas pendidikan pemilih, khususnya bagi generasi muda. Pendekatan kreatif dan komunikatif melalui podcast, diskusi interaktif, serta media sosial diharapkan dapat membuat informasi kepemiluan lebih mudah dipahami dan menjangkau kalangan generasi Z.
Meski demikian, keterlibatan anggota Pramuka dalam edukasi demokrasi harus tetap berlandaskan prinsip netralitas. Kontribusi dapat dilakukan melalui penyebaran informasi yang benar dan pendidikan pemilih tanpa mengarahkan masyarakat untuk memilih calon atau peserta Pemilu tertentu.
Melalui kegiatan ini, Kwarcab 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang berharap generasi muda memahami bahwa partisipasi demokrasi tidak hanya diwujudkan dengan menggunakan hak pilih, tetapi juga melalui kepedulian, sikap kritis, dan tanggung jawab dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kolaborasi Pramuka dan KPU diharapkan terus berkembang sebagai upaya membentuk generasi muda yang sadar demokrasi, bijak bermedia sosial, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. (Edi Fatra/cg).







