Moment HUT RI Ke 81, Guru SDN 11 Tuapejat Fujiono, Raih Juara Guru Berprestasi Berinovasi Melalui Pembelajaran Kreatif Inspiratif Berbasis AI dan Media Virtual Berbudaya Mentawai Tingkat SD

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada guru yang menunjukkan prestasi, dedikasi, inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan.

Salah satu guru yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Fojiano, S.Pd., guru SDN 11 Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Fojiano berhasil memenangkan Lomba Guru Berprestasi dan Berinovasi dalam Menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan Inspiratif Tahun 2026 Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Read More

Penghargaan itu langsung diserahkan oleh Bupati Mentawai Rinto Wardana didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jop Sirirui setelah Upacara HUT RI Ke 81 yang berlangsung khidmat dan maksimal dengan Pasukan Pengibar Bendera yang tampil memukau.

Oplus_131072

Dalam ajang tersebut, Fojiano mengusung inovasi pembelajaran dengan judul:
“Peningkatan Minat Belajar Murid serta Kemampuan Literasi dan Numerasi melalui Pemanfaatan Media Virtual 3D pada Papan Interaktif Digital dan Pembuatan Video Animasi Pembelajaran Menggunakan AI (Artificial Intelligence) Berbasis Budaya Mentawai di Kelas VI (Enam) SDN 11 Tuapejat.”

Inovasi tersebut merupakan upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, adaptif, menyenangkan, serta dekat dengan kehidupan dan budaya peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai Jop Sirirui yang sekaligus mendampingi penyerahan penghargaan setelah Upacara HUT RI Ke 81 mengatakan, Fujiono terpilih menjadi guru yang berprestasi dan telah berdedikasi tinggi dalam berinovasi meningkatkan niat belajar siswa siswi disekolah.

Ini harapan kita kepada semua guru agar meningkatkan kualitas dan kemampuan untuk berinovasi disetiap tempat mereka belajar. Dan ini bukti bahwa guru di Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat diandalkan dan bisa memotivasi anak didik dengan beragam macam inovasi kreatif, ujar Jop Sirirui.

Selamat kepada guru yang telah menerima penghargaan ini, jangan pernah merasa bangga atas penghargaan ini, teruslah berkarya dan memberikan yang terbaik terhadap dunia pendidikan, pungkas Kadis.

Seleksi Guru Berprestasi

Proses seleksi calon guru berprestasi dilakukan secara berjenjang. Setiap kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kabupaten Kepulauan Mentawai mengusulkan satu orang calon guru berprestasi dari satuan pendidikan masing-masing.

Calon guru yang diusulkan merupakan guru yang memiliki dedikasi, inovasi, kreativitas, kinerja, serta kontribusi positif dalam pelaksanaan tugas dan peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan.

Melalui proses tersebut, Fojiano, S.Pd. terpilih sebagai salah satu guru yang dinilai memiliki inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, khususnya dalam meningkatkan minat belajar serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Berawal dari Permasalahan Pembelajaran
Inovasi yang dikembangkan Fojiano berangkat dari berbagai permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah masih adanya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran sehingga berdampak terhadap kemampuan literasi dan numerasi.

Selain itu, sebagian peserta didik juga terlihat kurang tertarik terhadap materi yang disampaikan apabila pembelajaran hanya menggunakan metode dan media konvensional. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh pola asuh keluarga, lingkungan sekitar, keterbatasan bahan bacaan di rumah, serta pengaruh budaya luar dan konten negatif yang dapat diakses melalui berbagai platform media sosial dan media digital lainnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Fojiano berupaya memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi diarahkan menjadi media untuk membantu peserta didik memahami konsep pembelajaran secara visual dan kontekstual.

Mengintegrasikan Teknologi Digital dan Budaya Mentawai

Pelaksanaan inovasi dilakukan dengan mengintegrasikan media digital ke dalam Capaian Pembelajaran (CP) dan modul ajar yang telah dirancang.

Pada pemanfaatan media virtual melalui Papan Interaktif Digital (PID), Fojiano mencari dan mengunduh berbagai aplikasi pembelajaran melalui Play Store yang sesuai dengan materi pembelajaran. Salah satunya adalah aplikasi Human Body yang digunakan pada mata pelajaran IPAS untuk membantu peserta didik mempelajari materi tentang rangka manusia.

Selain itu, media virtual juga dimanfaatkan dalam pembelajaran Matematika, khususnya untuk memvisualisasikan materi bangun ruang. Dengan adanya media virtual tersebut, peserta didik tidak hanya melihat gambar dua dimensi, tetapi dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret melalui visualisasi objek pembelajaran secara digital.

Inovasi tersebut kemudian dikembangkan melalui pembuatan video animasi pembelajaran menggunakan Artificial Intelligence (AI). Dalam proses pembuatannya, Fojiano memanfaatkan beberapa aplikasi dan platform AI, antara lain Google Gemini, Pipit AI, dan Google AI Studio.

Fojiano merancang sendiri prompt atau kalimat perintah yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran dan materi yang terdapat dalam modul ajar. Keunikan dari inovasi tersebut adalah adanya integrasi unsur budaya Mentawai, baik melalui penggunaan aksesori budaya maupun bahasa dan konteks kehidupan masyarakat Mentawai ke dalam rancangan video animasi pembelajaran.

Video yang telah dibuat kemudian digabungkan dan disunting menggunakan aplikasi pengeditan video seperti Canva, InShot, dan CapCut. Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan media pembelajaran, tetapi juga dikombinasikan dengan kreativitas guru dan kekayaan budaya lokal.

Pembelajaran Interaktif didalam Kelas
Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan awal dengan materi yang akan dipelajari.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti penjelasan materi melalui media virtual yang ditampilkan pada Papan Interaktif Digital. Guru juga menayangkan video animasi pembelajaran berbasis AI yang telah dirancang sesuai dengan materi dan capaian pembelajaran.

Setelah memperoleh penjelasan, peserta didik dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara kolaboratif. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memahami, menjelaskan, dan mempresentasikan kembali media virtual pembelajaran di depan kelas.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi, tetapi juga melatih keberanian peserta didik dalam berbicara, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta menyampaikan informasi kepada orang lain.

Setelah kegiatan presentasi selesai, peserta didik mengerjakan asesmen atau penilaian yang telah disiapkan oleh guru. Pada tahap akhir, guru bersama peserta didik melakukan umpan balik dan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Literasi dan Numerasi Mulai Meningkat
Penerapan inovasi tersebut memberikan hasil yang positif terhadap proses pembelajaran. Kemampuan literasi dan numerasi peserta didik mulai menunjukkan peningkatan.

Hal tersebut terlihat dari kemampuan peserta didik dalam memahami gambar dan objek virtual yang ditampilkan melalui Papan Interaktif Digital. Peserta didik juga mampu menjelaskan kembali media virtual pembelajaran kepada teman-temannya melalui kegiatan presentasi kelompok.

Selain itu, hasil asesmen yang dilakukan setelah proses pembelajaran menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh peserta didik berada di atas standar ketuntasan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Pemanfaatan media digital juga memberikan suasana pembelajaran yang lebih menarik. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, berdiskusi, bertanya, menjelaskan, serta mempresentasikan hasil pemahamannya.

Teknologi sebagai Media, Budaya sebagai Identitas

Bagi Fojiano, penggunaan teknologi dalam pembelajaran bukan berarti meninggalkan budaya lokal. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan menguatkan budaya daerah dalam proses pendidikan.

Melalui video animasi berbasis AI yang memasukkan unsur budaya Mentawai, peserta didik dapat belajar menggunakan media yang dekat dengan perkembangan teknologi sekaligus mengenal identitas budaya daerahnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih kontekstual sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan lingkungan, kehidupan sehari-hari, dan budaya yang mereka miliki.

Berbagi Praktik Baik untuk Pendidikan
Prestasi yang diraih Fojiano, S.Pd. diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian pribadi, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan berbagi praktik baik kepada guru-guru lainnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif solusi bagi rekan-rekan guru yang menghadapi permasalahan dalam meningkatkan minat belajar peserta didik serta kemampuan literasi dan numerasi.

“Semoga praktik baik ini dapat memberikan sedikit solusi bagi rekan-rekan guru yang menghadapi permasalahan terkait peningkatan minat belajar murid serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi” sebut Fujiono.

Teknologi dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan konteks budaya daerah, ujar Fojiano.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi, dipadukan dengan inovasi pembelajaran dan kearifan budaya lokal, dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik.

Prestasi Fojiano, S.Pd. bersama SDN 11 Tuapejat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghadirkan praktik-praktik pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa meninggalkan identitas dan budaya daerah. (Tirman)

Related posts