Operasi Pekat Singgalang 2026, Tim Opsnal Polsek Pasaman Sita Puluhan Botol Miras di Nagari Koto Baru

  • Whatsapp
Tim Opsnal Polsek Pasaman Sita Puluhan Botol Miras

PASAMAN BARAT – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijiriah, Polsek Pasaman Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis (19/2/2026) dini hari.

Operasi yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pasaman Ipda Luthfy Basrian, menyasar ke pedagang maupun warung yang diduga menjual minuman keras (miras) tanpa izin.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar mengatakan, Operasi Pekat Singgalang 2026 sebagai upaya preventif untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Operasi ini sebagai upaya preventif untuk menekan potensi gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 hijiriah,” katanya.

Dijelaskan, operasi pekat menyasar terhadap peredaran minuman keras, aktivitas perjudian, aksi tawuran remaja dan tempat hiburan malam, yang kerap menjadi pemicu gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat.

Tim opsnal menyita puluhan minuman keras berbagai merk yaitu 10 botol jenis anggur merk Orang Tua, lima botol anggur hijau merk Api, 23 botol merk Soju dan empat botol merk Atlas.

“Puluhan botol minuman keras berbagai merk tersebut berhasil disita petugas di sebuah warung milik AY (48), di Simpang Tiga Timur Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh unsur masyakarat maupun pemuda disetiap Nagari di wilayah hukum Polsek Pasaman untuk bersinergi dengan pihak Kepolisian dan TNI dalam menjaga situasi Kamtibmas selama bulan suci Ramadan.

“Kita mengajak seluruh unsur masyarakat dan pemuda disetiap Nagari untuk menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ajaknya.

Ditambahkan, personel Polsek Pasaman tetap melakukan patroli secara rutin, sebagai upaya mencegah aksi tawuran antar remaja, premanisme dan penggunaan petasan, serta menekan tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

“Mari saling menghormati dan meningkatkan rasa toleransi antar sesama selama bulan suci Ramadan, sehingga umat muslim dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan khidmat,” pungkasnya. (Wisnu)

Related posts