PAINAN — Kontingen Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali menambah koleksi medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI. Kali ini, cabang olahraga (cabor) biliar berhasil mempersembahkan medali emas keenam bagi kontingen Pessel.
Medali emas tersebut diraih pasangan Nando Aberoy dan Jon Hendri Saputra pada nomor pertandingan 15-ball double putra.
Keberhasilan tersebut menjadi emas pertama yang dipersembahkan cabor biliar untuk Kabupaten Pesisir Selatan pada ajang Porprov Sumbar XVI.
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Pessel, Papay, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan atletnya merebut medali emas.
“Alhamdulillah, medali emas pertama biliar di nomor pertandingan 15-ball double putra atas nama Nando Aberoy dan Jon Hendri Saputra,” ujar Papay.
Menurutnya, perjuangan atlet biliar Pessel belum berakhir. Saat ini, nomor pertandingan 10-ball single putri juga telah memasuki babak semifinal.
Dua atlet putri Pessel berhasil lolos ke semifinal. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Pessel untuk kembali menambah medali melalui cabang olahraga biliar.
“Mudah-mudahan kedua atlet putri kita bertemu di final,” harap Papay.
Dengan tambahan satu emas dari biliar, Pessel kini mengoleksi enam medali emas. Sementara total perolehan medali kontingen Pessel mencapai 32 medali.
Ketua KONI Pessel, M. Adli, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pembaruan data dari sejumlah cabor yang telah bertanding.
Ia menjelaskan, terdapat koreksi terhadap perolehan medali dari cabor selancar. Setelah dilakukan validasi, medali yang sebelumnya sempat dilaporkan sebagai emas ternyata merupakan medali perunggu.
“Kita koreksi, selancar hanya dapat perunggu. Itu sudah divalidasi, ternyata perunggu dari Muhammad Fauzi di kelas man shortboard,” kata M. Adli, Rabu (7/10/2026) malam.
Dengan demikian, enam medali emas Pessel saat ini berasal dari tiga cabor, yakni Taekwondo dua emas, Petanque dua emas, Menembak satu emas dan Biliar satu emas.
“Alhamdulillah, emas kita bertambah jadi enam. Keseluruhan medali kita menjadi 32, termasuk perunggu terbaru dari Selancar tadi,” ungkapnya.
Ketua Bidang Pertandingan KONI Pessel, Wawan Kurniawan, merinci sejumlah cabor yang telah menyumbangkan medali bagi kontingen Pessel.
Taekwondo menjadi salah satu penyumbang utama dengan total delapan medali, terdiri dari dua emas, dua perak dan empat perunggu.
Sementara Petanque menyumbangkan dua medali emas dan empat medali perunggu. Cabor menembak menyumbangkan satu emas dan dua perak.
Kemudian Biliar menyumbangkan satu medali emas melalui pasangan Nando Aberoy dan Jon Hendri Saputra pada nomor 15-ball double putra.
Cabor selancar sejauh ini tercatat menyumbangkan satu medali perunggu yang diraih Muhammad Fauzi pada kelas man shortboard.
Selain itu, Gulat menjadi salah satu cabor yang turut memberikan kontribusi besar dengan lima medali perak dan dua perunggu.
Sepak Takraw menyumbangkan satu perak dan satu perunggu, Bola Tangan satu perak, Aquatik satu perunggu serta Sambo dua medali perunggu.
“Ya, ini baru dari delapan cabor. Sementara yang lain masih kita pantau karena masih ada yang belum mulai pertandingan,” jelas Wawan.
Tambahan emas dari biliar membuat peluang Pessel untuk terus menambah koleksi medali semakin terbuka. Sejumlah atlet dari berbagai cabor masih akan menjalani pertandingan hingga pelaksanaan Porprov Sumbar XIV berakhir.
M. Adli mengapresiasi perjuangan seluruh atlet Pessel yang telah bertanding dan memberikan kontribusi medali bagi daerah.
Ia meminta atlet yang masih berlaga untuk tidak cepat puas dan terus mempertahankan semangat hingga pertandingan terakhir.
“Yang penting semangat. Tunjukkan semangat sportivitas, jangan cepat lelah, capai yang terbaik untuk Pessel dan jaga kesehatan,” pesannya.
Menurutnya, setiap medali yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan bagi atlet, tetapi juga membawa nama Kabupaten Pesisir Selatan dalam ajang olahraga tingkat Sumatera Barat.
M. Adli berharap perjuangan para atlet Pessel terus berlanjut sehingga perolehan enam medali emas dan total 32 medali masih dapat bertambah.
“Ya, tentu untuk nama daerah tercinta kita, dan juga bagi individu atlet. Intinya yang terbaik semuanya,” pungkasnya.







