MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Persoalan yang dihadapi remaja tidak selalu mudah disampaikan kepada orang tua maupun guru. Karena itu, kehadiran teman sebaya yang mampu mendengar, memahami, dan memberikan dukungan menjadi penting dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Pelatihan Konseling Remaja yang diikuti 15 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kota Padang Panjang di Aula Kantor Camat Padang Panjang Barat (PPB), Rabu (5/8/2026).
Pelatihan tersebut menghadirkan Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri Arnis sebagai narasumber utama dengan materi “Konseling Remaja: Bimbingan dan Dukungan Psikologis untuk Menghadapi Masa Transisi”.
Kegiatan dibuka Camat PPB Romi Ar Rahman, dan turut dihadiri Lurah Pasar Usang, Dodi Afriandi, ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta para peserta pelatihan.
Dalam pemaparannya, Ny Maria mengatakan, masa remaja merupakan fase penting yang penuh perubahan. Pada periode tersebut, remaja membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman untuk berbagi cerita, bertanya, dan mencari dukungan ketika menghadapi persoalan.
Karena itu, konselor sebaya diharapkan tidak sekadar menjadi tempat teman bercerita, tetapi juga mampu memberikan dukungan secara tepat dan mengarahkan teman yang membutuhkan bantuan kepada pihak yang lebih kompeten.
“Remaja harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Konselor sebaya memiliki peran penting sebagai tempat berbagi dan memberikan motivasi kepada teman-temannya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter remaja yang berakhlak, percaya diri, memiliki empati, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi remaja ketika berinteraksi dan menghadapi berbagai persoalan dalam lingkungan pertemanan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi efektif, dasar-dasar konseling remaja, serta pendekatan dalam menghadapi berbagai persoalan yang umum dialami remaja. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab.
Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dilatih untuk memahami cara menjadi pendengar yang baik, membangun komunikasi yang positif, dan memberikan respons yang tepat ketika teman sebaya menyampaikan persoalan.
Camat Romi Ar Rahman berharap pelatihan ini dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan mampu mengambil peran dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang positif.
“Harapan kita, melalui pelatihan ini lahir generasi muda yang mampu menjadi pendamping bagi teman sebaya, sekaligus menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa,” ujarnya. (Edi Fatra/cg).






