Pemko Payakumbuh Gandeng Kampus dan BNN Perkuat SDM Antinarkoba

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan Wali Kota Zulmaeta di ruang kerjanya, Selasa (6/5/2026), bersama Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Poltekkes Pengadaan Nasional Pekanbaru, serta Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh.

Read More

Zulmaeta mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penguatan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat Kota Payakumbuh, serta mendorong lahirnya SDM yang unggul dan berintegritas,” kata Zulmaeta.

Kerja sama dengan tiga perguruan tinggi difokuskan pada pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Zulmaeta, pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademisi dan lembaga pendidikan dalam mempercepat peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Ia menilai kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing masyarakat.

“Suatu daerah tidak akan maju tanpa SDM yang berkualitas. Tanpa ilmu pengetahuan, kita juga tidak akan berkembang secara optimal,” ujar Zulmaeta.

Selain sektor pendidikan, Pemko Payakumbuh juga memperkuat kerja sama dengan BNN Kota Payakumbuh dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan program P4GN melalui edukasi masyarakat, sosialisasi bahaya narkoba, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

Zulmaeta menyebut persoalan narkotika menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

“Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pihak agar tercipta lingkungan yang bersih dari narkoba dan kondusif bagi masyarakat,” katanya.(akg)

Related posts